Pasca-erupsi, Kawasan Wisata dan Jalur Pendakian Merapi Ditutup

BOYOLALI – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) mengeluarkan surat edaran terkait penutupan objek wisata di kawasan hutan Merapi dalam rangka pengamanan dan kewaspadaan pasca letusan. Penutupan dilakukan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Jalur pendakian ke Merapi ditutup pasca-erupsi, Jumat (10/5). Foto: metrojateng.com

Kawasan wisata yang ditutup meliputi, kawasan wisata Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo di Kaliurang, Panguk dan, plunyon di Kalikuning-Cangkringan, Sapuangin – Deles di Kemalang, Klaten, dan Jurang Jero di Srumbung, Magelang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Resort Selo BTNGM, Suwignya, Sabtu (12/5). Suwignya mengatakan penutupan kawasan wisata dan jalur pendakian tersebut bertujuan agar tidak ada lagi pendaki maupun pengujung yang berada di radius sekitar puncak Merapi.

“Selain kawasan wisata yang terakhir jalur pendakian Merapi melalui pintu Selo, Boyolali, dan Sapungain, Klaten, juga ditutup sampai batas waktu belum ditentukan,” ujarnya.

Sebelumnya, terdapat 166 pendaki yang berada di kawasan Merapi saat terjadi erupsi freatik pada Jumat (11/5) pukul 07.40 WIB. Para pendaki tersebut berhasil dievakuasi seluruhnya.

Kondisi para pendaki selamat, namun terdapat delapan pendaki mengalami luka ringan seperti lecet dan memar. Begitu sampai di pos pendakian, mereka langsung ditangani oleh tim kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 30 = 37

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.