Pasar Legi Bau dan Pengap, Pemkot Solo Kesulitan Cari Lahan Pasar Darurat

SOLO – Kondisi Pasar Legi Solo, Jawa Tengah banyak dikeluhkan. Selain tempatnya bau dan pengap, kondisi pasar peninggalan Pura Mangkuneran tersebut  semakin memprihatinkan, kerusakan terjadi pada beberapa titik.

Kondisi Pasar Legi, Solo. (foto: metrojateng.com/MJ-25)

Kondisi tersebut telah bertahun-tahun dirasakan oleh pedagang dan pembeli. Shinta (25) warga Sumber, Solo mengatakan kondisi bangunan maupun lingkungan di Pasar Legi jauh dari kesan bersih.

“Saya tiap hari berkunjung kesini pakai masker. Soalnya bau apalagi kalau hujan. Tapi ya mau apa lagi. di sini komplit dan murah,” ujarnya saat ditemui di Pasar legi, Rabu (7/3).

Konsidi tersebut tak hanya terjadi di siang hari. Pada malam hari para pedagang pun semakin banyak dan tumpah ke jalan memenuhi halaman dan sepanjang Jalan S Parman Solo.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berencana untuk merevitalisasi Pasar Legi, Solo. Hal tersebut disampaikan oleh Kepada Dinas Perdagangan, Subagiyo.

Ia belum bisa memastikan kapan revitalisasi pasar akan dilaksanakan. Saat ini, pihaknya masih kesulitan mencari lahan untuk pasar darurat yang bisa menampung 3.500 pedagang.

“Saat ini kami sedang mencari tempat untuk pasar darurat, dan di tengah kota sendiri tidak ada lokasi yang bisa menbampung pedangan,jadi alternatifnya kita cari di pinggir,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya tengah melakukan kajian terkait Pasar Legi. Kajian tersebut meliputi lokasi pasar darurat, detail engineering design (DED) revitalisasi pasar dan pemetaan pedagang.

Pasar Legi sendiri terakhir diperbaikan tahun 1987, perbaikan sendiri hanya sebatas tambal sulam dan perluasan lahan pasar. Pasar Legi menempati lahan seluas 2,5 hektar, dengan 3500 pedagang yang beroperasi selama 24 jam. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.