Home > JATENG RAYA > Partisipasi Rendah, KPU Kota Magelang Meratap

Partisipasi Rendah, KPU Kota Magelang Meratap

image

MAGELANG – Komisi Pemilihan Umum ‘meratap’ lantaran angka partisipasi warga dalam pilkada serentak, 9 Desember tidak sesuai dengan ekspetasi yang mencapai 80 persen. Jumlah partisipan hanya 75,33 persen dan lebih rendah dibanding saat pileg dan pilpres yang mencapai 79,90 persen.
     “Tentunya kami meratapi hal ini dan segera kami lakukan evaluasi secara menyeluruh terutama metode sosialisai seperti apa yang bisa meningkatkan partisipan,” kata Singgih Harjanto, Komisioner KPU Kota Magelang Divisi Sosialisasi, Kamis (10/12).
    Dia menyebutkan, dari data yang dirilis KPU, angka partisipasi hanya 75,33 atau 63.293 suara sah dari Daft Pemilih tetap (DPT) sebanyak 90.009. Data tersebut berdasar formulir C1 yang telah ditetapkan KPPS. Semua data sudah dimasukan ke dalam situs resmi KPU dan bisa disaksikan seluruh publik.
    Singgih menyebut ada tiga faktor sehingga angka partisipasi meleset dari target.Pertama, banyak warga di luar kota yang tidak pulang saat pilkada. Mereka adalah pekerja atau mahasiswa.
    Kedua adalah pemilih yang sudah melek politik dan memang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.
    Ketiga, faktor yang diluar dugaan yakni adanya TPS gemuk atau jumlah pemilih yang terlalu banyak. “Warga enggan antre dan mereka memilih pulang karena terlalu lama menunggu,” kata Singgih.
    Ia menemukan hal itu saat di TPS Tuguran dan Pongangan Wates dimana jumlah pemilih mencapai 800 orang. “Mereka sudah menyerahkan formulir C6, namun saat dipanggil untuk mencoblos, yang bersangkutan sudah tidak ada karena alasan akan segera pergi, bekerja dan sebagainya,” ucap  Singgih.
    Meski angka partisipasidibawah target, namun Singgih mengklaim jumlah ini masih diatas jumlah partisipan saat pilkada 5 tahun lalu yang hanya 70 persen. Padahal saat itu paslon walikota/wakil walikota mencapai 4 pasangan. Ditingkat propinsi maupun nasional juga tetap diatas karena kemungkinan ditingkat tersebut dibawah 70 persen.   
    Singgih merinci, dari total 75,33 partisipan, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 73,20 persen dengan jumlah pemilih 42.958 dan yang menggunakan hak pilih sebanyak 31.445. Sedangkan perempuan 77,22  persen atau
47.073 pemilih dan yang menggunakan 36.349 orang. Total yang memilih sebanyak 67.804.
    “Disini kita melihat jumlah pemilih perempuan lebih banyak dan itu mengindikasikan mereka sudah tidak canggung untuk memilih calon pemimpinnya dan sudah mulai sadar politik,” ujarnya.
    Sementara itu, jumlah suara rusak sebanyak 4.534 suara. Suara rusak, menurut Singgih karena banyak pemilih yang mencoblos lebih dari satu paslon. “Mungkin mereka sengaja atau memang bingung akan memilih siapa sehingga mencoblos lebih dari satu paslon,” paparnya.
    Selain tingkat partisipasi, katanya dipublikasikan juga data perolehan suara sementara dari tiga pasangan calon (Paslon). Paslon No 1, Sigit Widyonindito-Windarti Agustina meraih 30.755 suara atau unggul 48,61 persen dibandingkan dua paslon lainnya.
    Paslon No 2, Moch Haryanto-Agus Susatyo mendapat 11.795 suara (18,64 persen). Sementara Paslon No 3, Joko Prasetyo-Priyo Waspodo meraih 32,74 persen atau 20.716 suara. Data bersifat sementara, karena secara resmi akan ditetapkan pada 17 Desember mendatang. (MJ-24)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar