Home > JATENG RAYA > Panen Kelengkeng, Walikota Puji Upaya Warga Kembangkan Pertanian

Panen Kelengkeng, Walikota Puji Upaya Warga Kembangkan Pertanian

Wali Kota Semarang memanen buah kelengkeng di perkebunan Cepko milik Dinas Pertanian Kota Semarang di Gunungpati, Rabu (1/2).

Semarang – Meski sebagai Kota Metropolitan, namun Kota Semarang masih kaya dengan hasil perkebunan. Salah satu buktinya Wali Kota Semarang memanen buah kelengkeng hasil budi daya Dinas Pertanian Kota Semarang di kebun Cepoko Kecamatan Gunungpati, Rabu (1/2).

Kota yang memiliki potensi bidang industri ini, masih tetap mempertahankan sektor perkebunan dan pertanian. Karena dianggap berpotensi untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Lahan luas sengaja dibuka dan dikelola untuk menghasilkan buah yang berkualitas baik.

Data Dinas Pertanian mencatat, lahan pertanian di wilayah Semarang total seluas 2.700 hektare. Area perkebunannya mencapai seluas 35,6 hektare. Terbagi di 12 lokasi di antaranya Kebun Purwosari, Kebun Bubakan, Kebun Wates, Kebun Gunungpati, Kebun Cepoko, Kebun Nongko Sawit, Kebun Kramas, Kebun Tambangan, Kebun Cangkiran, dan Kebun Wonosari.

‘’Di kebun-kebun itu tertanam sebanyak 1.543 pohon kelengkeng, 292 pohon durian, 1.801 pohon jambu Kristal, 138 pohon jambu air, 163 pohon srikaya atau grand annona,  847 pohon sirsak madu, seta 34 pohon rambutan,’’ terang Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana.

Buah kelengkeng sendiri salah satu komoditas di Kota Semarang. Pasalnya, dari sebanyak 837 pohon kelengkeng yang berusia 4-5 tahun telah dihasilkan kurang lebih 33,5 ton buah. Dipasarkan di wilayah Semarang bahkan luar kota.

Pengelolaan kebun baik dari penanaman, pemupukan, dan pemanenan dilakukan oleh petani. Dinas Pertanian hanya berperan dalam hal pengembangan teknologi serta penyediaan benih, pupuk, dan air.

‘’Hasil dari pembudidayaan buah tersebut diberlakukan bagi hasil dengan pembagian 70 persen untuk para petani, dan 30 persen masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah,’’ kata Rusdiana.

Salah satu petani di Kebun Cepoko, Rowi,57, mengatakan, dia bersama 15 petani lainnya mengelola budi daya kelengkeng, jambu kristal, dan sirsak di lahan seluas 2,7 hektare. Ia merasa berhasil karena hasil panennya banyak dan disukai pelanggan karena rasanya manis.

Sementara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan, mendukung kegiatan budi daya kelengkeng untuk meningkatkan kesejahteraan warga. ‘’Saya bangga dengan warga Cepoko. Meskipun wilayahnya merupakan daerah pengembangan namun punya keinginan kuat untuk memajukan daerahnya,’’ katanya usai panen kelengkeng di Kebon Cepoko.

Warga Cepoko menurutnya harus bersyukur karena daerahnya kaya dengan potensi pertanian dan peternakan. Apalagi, adanya UPTD Dinas Pertanian yang menggandeng beberapa stakeholder dapat menambah proses pengembangan wilayah ini menjadi lebih baik.

Sektor pertanian, katanya, meski memberikan kontribusi kecil tetapi memiliki potensi yang besar khususnya di daerah Gunungpati, Mijen, Ngaliyan, Tembalang, Banyumanik, dan Tugu. Selain itu, Kota Semarang memiliki 334 kelompok tani yang tergabung dalam 48 gapoktan, dan tujuh asosiasi berdasarkan komoditas pertanian. (duh)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar