Home > KRIMINAL & HUKUM > Palsukan Izin Edar, Bos Oxxywell Kembali Disidang

Palsukan Izin Edar, Bos Oxxywell Kembali Disidang


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 435
Persidangan Bos Oxxywell di PN Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Persidangan Bos Oxxywell di PN Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Bos Sidang  PT Hanita Artha Nusantara J Handojo selaku produsen produk minuman Oxxywell kembali menjalani persidangan kasus pemalsuan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang digelar di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (3/12). Dalam persidangan kali ini, terdakwa juga sempat menunjukkan izin resmi yang dikeluarkan BPOM.

Empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan yang dipimpinHakim Ketua  Pudjo Hunggul itu. Di antaranya Eka Kartika, Riyono, Budiyanto dan Sri Sudarmi yang merupakan member dan distributor yang dibawahi terdakwa.

Handojo disinyalir memalsukan nomor BPOM dan label MUI di produk minumannya yang diproduksi pertengahan 2012 lalu. Warga Jalan Cendana Raya VI Solobaru itu dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Salah seorang saksi Sri Sudarmi menuturkan, dirinya juga sempat melaporkan Handojo ke Polda Jateng karena menemukan kejanggalan dalam bisnis MLM tersebut. “Saat itu sekitar  Juli 2012,  untuk menjadi member Stokist, saya harus setor sekitar Rp 15 juta. Saya mendapat 100 dus minuman Oxxywell. Tapi saya belum sempat jual, karena dengar kabar barangnya bermasalah,” katanya.

Handojo diduga melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan dengan BPOM yang telah menarik produk Oxxywell dari pasaran sejak Agustus 2012 lalu. Saat itu BPOM menyatakan bahwa nomor registrasi air minum Oxxywell palsu. Diketahui, nomor yang digunakan Oxxywell tersebut ternyata milik CV Tirta Taman Bali.

Sementara, saksi lain yakni Budiyanto juga merasakan hal serupa seperti yang dialami Sri Sudarmi. Kepada majelis hakim ia juga mengaku pernah menjadi leader dari program MLM milik Handojo. “Saya sempat membuka pameran minuman tersebut di Balai Kota Semarang. Di saat yang sama saya digerebek BPOM karena label BPOM nya palsu. Saya malu sekali,” kata Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Handojo yang didampingi kuasa hukumnya R. Setyo Budiharto  justru menunjkan sebuah surat yang dikeluarkan oleh BPOM terkait perizinan produk minuman miliknya. Dia berdalih, dirinya sudah mendapat izin dari BPOM saat akan memproduksi air minuman itu.

Namun, fakta yang dihadirkan terdakwa disangsikan oleh saksi. “Kalau memang surat itu asli, mengapa saat itu saya digerebek. Minumannya juga dimusnahkan,” tutur Budiyanto usai persidangan.

Sebelumnya, Handojo juga pernah menjadi terdakwa atas tuduhan perusakan sistem jaringan ITE perusahaan air mineral MLM Myoxy pada 2013 silam. Pelapor saat itu adalah Direktur PT Mulai Rejeki Waterindo, produsen minuman beroksigen Myoxy, Gabby Permata Starosa, dan beberapa leader, penyetok, dan pihak Oxxywell ke Polda Jateng. (yas)

 

 

Ini Menarik!

2 Kontainer Beras Operasi Bulog Jateng Diselewengkan Mitra

SEMARANG – Polrestabes Semarang berhasil menggagalkan upaya pendistribusian beras Bulog yang tidak sesuai dengan tujuan …

Silakan Berkomentar