Oude Stad Diharapkan Jadi Magnet Turis Mancanegara

Festival Kuliner Kota Lama Semarang, Oude Stad digelar tiap Jumat hingga Minggu. (Foto: metrosemarang.com/ ade lukmono)
SEMARANG – Festival Kuliner Kota Lama Semarang, Oude Stad diharapkan mampu menjadi magnet bagi turis mancanegara untuk berwisata ke Kota Semarang. Oude Stad yang berlokasi di Kawasan Kota Lama akan terintegrasi dengan festival kuliner di Pecinan.
Anggota Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang, Agus Winarto mengatakan, ke depannya akan ada kendaraan shuttle dan becak wisata yang akan menjadi penghubung festival kuliner di Kota Lama dan Pecinan. Dengan demikian, keduanya akan menjadi festival kuliner besar di Kota Semarang.
“Kawasan Kota lama Semarang saat ini mulai berkembang. Namun masih banyak pemilik bangunan yang belum mengurusi. Dengan semakin terangkatnya potensi ekonomi di Kota Lama, kami berharap para pemilik akan tergerak untuk merestorasi bangunan miliknya untuk dijadikan cafe, hotel dan sebagainya,” katanya, Sabtu (30/12) petang.
Dalam soft opening Oude Stad kali ini, terdapat 30 stan yang berpartisipasi. Setelah masa uji coba ini, pada Februari 2018 mendatang kemungkinan akan ditambah hingga Jalan Suari dan Kepodang. Oude Stad akan digelar mulai Jumat hingga Minggu pukul 18.00 hingga 23.00.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, pihaknya akan selektif menampilkan tenan yang ditampilkan di Oude Stad. Hal itu dilakukan agar kondisi dan suasana festival kuliner berjalan sesuai konsep.
“Kami ingin Festival Kuliner ini ramai, bersih dan higienis. Jadi akan kami seleksi agar pengunjung tetap nyaman berada di sini. Dengan demikian, wisatawan mancanegara juga akan tertarik ke sini,” ungkapnya. (ade)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.