Home > JATENG RAYA > Optimalkan Peran Camat, Semarang Jadi Contoh Percepatan Pembangunan

Optimalkan Peran Camat, Semarang Jadi Contoh Percepatan Pembangunan

Pembukaan Rakor Camat oleh Plt Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo. (foto: metrosemarang.com/Mukhamad Masrukhin)
SEMARANG – Ribuan Camat wilayah timur Indonesia dan Jawa Tengah tengah ‘belajar ilmu’ yang diterapkan Walikota Semarang Hendar Prihadi dalam membangun wilayahnya bersama camat sehingga Semarang menjadi besar seperti sekarang.
Ini terungkap dalam Rakornas Camat Wilayah Indonesia Timur dan Jawa Tengah di Hotel Crown Semarang, Kamis (12/10). Walikota Semarang sendiri dalam kegiatan Rakornas Camat tersebut memang secara khusus diminta untuk menceritakan terkait percepatan pembangunan di Kota Semarang yang menempatkan camat sebagai ujung tombaknya.
Salah satu hasil pembangunan tersebut adalah terwujudnya 113 Kampung Tematik di Kota Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Hendi sapaan akrab Walikota mengemukakan peran penting camat dalam proses pembangunan.
“Peran camat dan lurah di masing-masing wilayah memang strategis. Mereka bisa bertemu langsung dengan masyarakat, melakukan koordinasi, dan tahu persis mana sisi kelemahan dan kekuatan yang ada di wilayah masing-masing” katanya.
“Tahun 2012, saya mendapati rekan-rekan di Pemerintah Kota Semarang yang tidak mau ditempatkan di kecamatan, setiap kali rotasi di kecamatan, mereka justru bertanya, Pak salah saya apa kenapa dipindah di Kecamatan, padahal menurut saya posisi tersebut justru sangat strategis”, kenang Walikota Hendi.
“Hal tersebut yang membuat saya merasa harus ada motivasi yang diberikan dengan mengingatkan kawan-kawan camat betapa strategis posisi mereka dalam pembangunan Kota Semarang secara menyeluruh”, jelasnya.
“Dan begitu motivasi dan keyakinan tersebut sudah terbentuk, kemudian saya beri kepercayaan lebih kepada kawan-kawan camat untuk dapat mengelola sendiri hasil usulan Musrenbang di wilayahnya masing-masing, sebagai bentuk kepercayaan saya”, tegas Hendi.
Cerita Walikota Hendi tentang peran strategis Camat tersebut diamini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Saya kemarin mengantar bapak Presiden di Kota Semarang, berkeliling melihat Kota Semarang. Statementnya Pak Presiden, loh kok Semarang sangat indah ya, gitu katanya Pak Hendi. Jadi taman yang makin banyak, kota yang makin bersih ini didorong. Dan bahkan beberapa teman dari ATR/BPN kemarin agak telat mengikuti acara presiden, karena mereka ternyata piknik dulu di Kampung Pelangi”, cerita Ganjar Pranowo.
“Yang kumuh-kumuh itu modalnya cuma dicat warna-warni. Itu sudah bisa menjadi destinasi selfie yang luar biasa, istri saya saja kepingin di sana begitu. Artinya apa ? membikin banyak orang bahagia itu ada banyak caranya dan itu sudah dilakukan”, lanjutnya.
“Pak Walikota terima kasih, saya kira Semarang sudah memulai dengan contoh yang konkrit, saya mengusulkan agar apa yang ada di Kota Semarang ini bisa ditiru”, tegas Gubernur Ganjar. Senada Walikota Hendi, Plt Sekjen Kementrian Dalam Negeri, Hadi Prabowo juga mengatakan bahwa peran camat harus didayagunakan secara maksimal.
“Camat ini kan sebagai organisasi perangkat daerah yang dipimpin oleh Walikota maupun Bupati, namun di satu sisi dia adalah sebagai urusan pemerintah umum di wilayahnya, yang itu dikenal dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014”, jelasnya.
“Pak walikota ini contoh yang sudah mendayagunakan dan juga meningkatkan kinerja dan akuntabilitas di Kota Semarang”, tegas Hadi Prabowo. (duh)
Caption foto :
Plt Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo didampingi Dirjen Bina Administrasi Wilayah, Gubernur Jateng, Wali Kota Semarang membuka Rakornas Camat se Indonesia Wilayah Indonesia Timur , Kamis (12/10)

Ini Menarik!

Tingkatkan Produksi Pangan, Butuh Dukungan Sarpras

Share this on WhatsAppKENDAL – Ketersediaan beras di Kendal mengalami fluktuasi. Tahun 2013 sebesar 133.770 …

Silakan Berkomentar