Oom Pasikom Bakal Hadiri Pertemuan Kartunis Borobudur

SEMARANG – Gerardus Mayela Sudarta alias GM Sudarta direncanakan menghadiri perhelatan akbar pertemuan kartunis tingkat nasional bertajuk Borobudur Cartoonists Forum di Kompleks Candi Borobudur, Magelang. Acara tersebut bakal digeber pada 26-27 Agustus 2017 pekan depan.

GM Sudarta sosok yang tak asing lagi bagi dunia kartunis Tanah Air. Nama pria 71 tahun ini begitu tenar karena coretan karyanya jadi langganan di Surat Kabar Harian Umum Kompas. Oom Pasikom adalah tokoh kartun karyanya yang paling legendaris dan ngetop hingga saat ini.

Ketua panitia acara, Yehana SR menyebut GM Sudarta akan tampil mengisi acara bersama tokoh-tokoh kartunis Indonesia lainnya macam Pramono R Pramoedjo, Dwi Koendoro, FX Subroto, Herry Wibowo serta Jitet Koestana.

“Acaranya di Hotel Pondok Tingal, sedangkan kegiatan lain berupa kunjungan budaya ke Balkondes, Desa Wisata, Candirejo dan acara puncaknya ada aksi budaya,” kata Yehana kepadametrosemarang.com, Rabu (23/8).

Kegiatannya diprakarsai Secac dan Kokkang (Semarang Cartoons Club dan Kelompok Kartunis Kaliwungu). Para peserta berasal dari Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta, Bali, Medan, Makassar.

Menjadi semakin meriah, karena acara tersebut juga didukung oleh Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti), Paguyuban Kartunis Yogyakarta (Pakyo), Paguyuban Kartunis Solo (Pakarso), Persatuan Kartunis Rawamangun (Perkara), Kartunis Tandang Semarang (Kartans), Terminal Kartunis Ungaran (Terkatung) dan Republik Aeng-aeng.

Menurutnya ajang Borobudur Cartoonist Forum digelar guna melanjutkan tradisi Temu Kartunis Nasional I, yang terakhir kali diadakan pada 1985 di Semarang.

Alasan lainnya tak lain karena para kartunis Indonesia berjumlah ratusan orang serta punya kompetensi unik. Apalagi, secara umum kartunis mampu mengeliminasi fakta yang ruwet dan kacau-balau menjadi sesuatu yang sederhana dan mudah dipahami.

“Terutama lewat coretan gambarnya yang sangat ringkas dan efisien, bahkan hanya satu kotak tapi mampu mengungkap suatu cerita secara jenaka, lengkap, dan paripurna,” cetusnya.

Pihaknya juga mempertimbangkan bergulirnya event tersebut menjadi acara tahunan, sehingga di masa depan, diselenggarakan Borobudur International Cartoonists Forum, dan Borobudur International Cartoon Contest and Exhibition.

Selain itu, perwakilan panitia lainnya, Darminto M Sudarmo,juga menantang kompetensi para kartunis mengkritisi dan mencandai, sekaligus memberikan sumbang saran kepada para pemangku kepentingan bidang kepariwisataan dan budaya.

Ia ingin menciptakan sarana performance budaya yang dapat menggugah minat dan keterlibatan masyarakat untuk sejenak menikmati hiburan yang segar namun bervisi strategis.

“Borobudur dipilih menjadi nama dan lokasi tempat acara diselenggarakan agar pesan-pesan yang disampaikan para kartunis dapat menjangkau dunia internasional,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

21 − 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.