Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Normalisasi Sungai di Kendal Belum Optimal

Normalisasi Sungai di Kendal Belum Optimal

Bupati Widya Kandi Susanti saat melakukan sidak di Kali Buntu, beberapa waktu lalu. Foto Metrojateng
Bupati Widya Kandi Susanti saat melakukan sidak di Kali Buntu, beberapa waktu lalu. Foto Metrojateng

KENDAL – Ancaman banjir di seputar Kota Kendal masih saja terjadi. Normalisasi sungai dan perbaikan drainase dinilai belum optimal dan hanya dilakukan di beberapa titik saja. Warga khawatir dengan curah hujan yang tinggi di musim penghujan hingga akhir tahun ini, debit air cepat meluap karena tidak semua titik sungai dinormalisasi.

Miftah (50) warga Ngilir mengkhawatirkan banjir bisa sewaktu-waktu menerjang permukiman penduduk. Sebab, hampir setiap tahun di musim penghujan, wilayah Desa Ngilir sampai Bandengan selalu terancam banjir.

Ia mengatakan bahwa pengerukan sungai hanya dilakukan dari Jalan Pemuda hingga Jalan Arteri Soekarno Hatta saja. Sedangkan dari Masjid Agung Kendal ke utara tidak dilakukan normalisasi. “Padahal, sendimentasinya hampir ada di sepanjang aliran kali ini. Seharusnya semua dikeruk,” katanya.

Hal senada dikatakan Supangat (53) warga Ngilir lainnya. Ia menyayangkan tindakan DBM SDA ESDM Kendal dalam melakukan normalisasi tidak secara menyeluruh. Padahal, kata dia, endapan lumpur di Desa Ngilir-Bandengan sudah membukit bahkan sudah ditimbuhi rumput liar dan tanaman-tanaman lainnya.

Sementara, Kabid Bina Marga Suhada mengatakan, sebagai bentuk antisipasi banjir di beberapa daerah rawan banjir di Kendal, pihaknya melakukan normalisasi (pengerukan-red). Pengerukan sudah berjalan sejak September hingga akhir Desember.

Proyek tersebut antara lain dilakukan di Kali Kendal, Kali Bodri, Kali Buntu, hingga Kali Simbawang. “Waktu pengerjaannya tidak sama, karena penggarap proyeknya berbeda-beda,” katanya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Gempa 6,9 SR Terasa Sampai Semarang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Sejumlah warga Kota Semarang berhamburan keluar rumah setelah gempa …

Silakan Berkomentar