Normalisasi BKT Masih Terkendala Pembebasan Lahan

SEMARANG – Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) hingga saat ini masih menyisakan persoalan sosial dan juga pembebasan lahan yang menjadi kewajiban Pemerintah Kota Semarang.

Normalisasi Sungai BKT masih terkendala pembebasan lahan. Foto: metrojateng.com/dok

Dari ribuan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan hunian liar di bantaran BKT, diperkirakan masih ada di antara mereka yang belum dapat tertampung di tempat relokasi. Selain itu ada sekira 4 hektare lahan di bagian hilir Sungai BKT yang masih harus dibebaskan.

Padahal, kegiatan normalisasi Sungai BKT saat ini sudah mulai berjalan. Di beberapa titik bahkan kegiatan penggalian tanah sungai tersebut telah dilakukan. Kegiatan normalisasi Sungai BKT ini merupakan bagian dari upaya penanganan banjir di Kota Semarang.

‘’Kami akui memang normalisasi BKT yang ditargetkan selesai di tahun 2018 ini masih menyisakan sejumlah masalah. Seperti masalah sosial dimana masih banyak PKL dan hunian liar yang belum mau pindah dari bantaran Sungai BKT,’’ kata Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Semarang, Agus Riyanto, Jumat (16/3).

Selain itu, Agus Riyanto juga mengakui masih ada kendala lainnya yaitu masalah pembebasan lahan. Dimana ada sekitar 4 hektare lahan di hilir Sungai BKT yang harus dibebaskan.

Dia menuturkan, untuk masalah sosial pihaknya berharap dapat segera tertangani oleh dinas terkait. Sedangkan untuk pebebasan lahan nantinya akan diupayakan dari dana pembebasan lahan yang ada di Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

‘’Namun meski ada sejumlah kendala kami optimistis nomalisasi Sungai BKT dapat selesai sesuai target,’’ tegasnya.

Seperti diketahui, sesuai rencana untuk tahap awal normalisasi Sungai BKT akan dilakukan di sepanjang 6,7 kilometer mulai dari Jembatan Majapahit hingga muara. Nantinya sungai akan dibuat selebar 60 hingga 100 meter dan bantaran sungainya akan dijadikan fasilitas publik seperti ruang terbuka hijau. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.