Home > JATENG RAYA > Niat Malak, Remaja Ini Malah Tewas di Tangan Korbannya

Niat Malak, Remaja Ini Malah Tewas di Tangan Korbannya

ilustrasi

MAGELANG – Sungguh naas nasib DM (16) remaja asal kampung Tegalsari Kelurahan Magersari Magelang Selatan, Kota Magelang. Ia tewas dengan luka tusukan di bagian perut di tangan Dedi Hermawan (36), pria yang diduga akan di palak oleh korban. Peristiwa yang cukup menggemparkan ini terjadi di depan tempat karaoke Pataya di jalan beringin V, Magelang Selatan, pada Rabu (1/2) dini hari.

    Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani, membenarkan peristiwa tersebut.    

    Ia menceritakan kronologis kejadian, bermula saat pelaku yang tinggal di Perum Depkes Blok C Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara tersebut tengah nongkrong bersama dengan rekannya, Fuad Prasetyo di warung kucingan depan Karaoke Pataya.

    Tak lama kemudian datang DM dan temannya Indra Murza (22). DM meminta kepada Dedi dan Fuad untuk menyerahkan uang dan perhiasan.Namun permintaan itu ditolak.  Korban yang tak terima akhirnya mengeroyok Dedi dan menghujamkan beberapa pukulan ke arah badan dan wajahnya hingga giginya tanggal dan berdarah.

    Dedi yang merasa terpojok karena dikeroyok ini kemudian membela diri dengan mengeluarkan pisau yang ia gunakan untuk membuka vapor. “Tersangka melawan dengan menusukkan senjata tajam tersebut ke arah kedua pemalak, hingga mengenai bagian tubuh mereka,”ungkap Esti.

    Namun naas, DM terkena tusukan di bagian perut dan punggung hingga kehabisan darah. Nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke RSUD Tidar Kota Magelang. Sedangkan Indra, nasibnya cukup beruntung karena hanya mengalami luka tusukan di bagian punggung dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    “Kita terus mendalami peristiwa yang menewaskan seorang anak di bawah umur ini,” kata Esti.

    Disebutkan kalau saat ini  tersangka sudah diamankan beberapa jam setelah kejadian di rumahnya tanpa perlawanan.

    Usai peristiwa berdarah itu, imbuh Esti,  pelaku langsung melarikan diri. Polisi yang sudah mendapat laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan tersangka di rumahnya berikut barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga dijadikan tersangka untuk menusuk DM dan Fuad.

    Menurut Esti, meskipun pelaku sebenarnya hanya melakukan perlawanan, namun adanya korban tewas membuat Dedi harus berurusan dengan hukum. Ia bahkan terancam dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun.

    Sementara itu jenazah korban saat ini sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.(MJ-24)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar