Beranda METROJATENG PLUS RAGAM JATENG Ngangklang, Seni Bangunkan Sahur ala Warga Kaliwungu

Ngangklang, Seni Bangunkan Sahur ala Warga Kaliwungu

66
0
BERBAGI

KENDAL – Ada yang menarik dari kesenian tradisional khas Kaliwungu Kendal untuk membangunkan sahur. Dengan menggunakan peralatan dapur serta ember, remaja di Kaliwungu berkeliling kampung memainkan alat tersebut. Seni musik tradisional yang hanya ada di bulan Ramadan ini, dinamakan Ngangklang.

Festival Ngangklang di Kaliwungu, Minggu (10/6). Foto: edi prayitno

Sebagai bentuk pelestarian tradisi seni Ngangklang ini, diadakan festival yang diikuti puluhan peserta. Selain permainan musik yang menjadi penilaian, kostum yang dikenakan peserta juga menjadi nilai tambah.

Seni Ngangklang merupakan tradisi warga di Kaliwungu Kendal membangunkan orang untuk menyantap sahur. Peralatan yang digunakan biasanya alat dapur, seperti panci, sendok, botol, ember hingga kentongan. Tidak ada peralatan elektronik yang digunakan, hanya alat sederhana saja yang digunakan.

Tradisi seni Ngangklang hingga saat ini masih dimintai anak anak di Kaliwungu dan sebagai upaya pelestarian seni tradisional ini, puluhan grup ngangklang ikut festival yang diadakan Minggu (10/6) malam. Peserta festival tidak hanya berlomba memainkan alat sederhana ini dengan nada yang indah namun seragam yang dikenakan juga beragam.

Pemrakarsa festival seni ngangklang, H Alamudin Dimyati Rois mengatakan kegiatan ini dijadikan agenda rutin tahunan setiap bulan ramadan. “Saya berharapa budaya dan tradisi ngangklang yang sudah ada puluhan tahun ini tidak punah dan tetap menjadi sarana warga untuk membangunkan sahur,” katanya.

Dikatakan peralatan yang biasa digunakan dalam seni Ngangklang adalah peralatan dapur, seperti panci, ember hingga botol. Alamudin juga berharap seni tradisional ini tetap terjaga di tengah gempuran budaya barat.

“Nantinya kita mencoba untuk festival seni ngangklang ini tidak hanya tingkat Kaliwungu dan Kendal saja tetapi bisa lebih luas hingga tingkat nasional,” imbuhnya.

Sementara itu bagi peserta, Ngangklang ini sudah dilakukan setiap bulan puasa untuk membangunkan sahur. “Latihan menghadapi festival ini hanya dilakukan bersamaan dengan membangunkan sahur setiap paginya,” ujar Dimas.

Panitia festival ngangklang menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi pemenang. Kreasi dan kreativitas peserta dalam mengolah alat musik dari peralatan dapur serta penampilan yang menarik menjadi nilai tambah bagi juri yang berasal dari kalangan seniman Kendal dan Semarang. (MJ-01)