Ngaku Polisi Tapi Ngrampok, Dua Debt Collector Disikat Polisi Betulan

image

BOYOLALI – Dua orang kawanan perampok berhasil dibekuk Polres Boyolali, tak lama setelah beraksi. Dua orang pelaku lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian. Dalam aksinya, para tersangka yang kesehariannya bekerja sebagai debt collector (DC) external leasing itu, mengaku sebagai anggota polisi. 

Kedua tersangka yang sudah berhasil ditangkap yakni Eko Purwanto (48) warga Perum Ungaran Baru, Kelurahan Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dan Agus Widoyo (36) warga Langensari Timur, Langensari, Ungaran Barat. Sedangkan dua pelaku lain yang masih buron, masing-masing berinisial TUT (35) warga Bringin, Kabupaten Semarang dan MIKO (25) warga Bandungan, Kabupaten Semarang. 

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasat Reskrim AKP Muhamad Kariri mengatakan, dua orang tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolres Boyolali. “Kedua tersangka sudah kami tahan dan sekarang masih dalam penyidikan untuk dikembangkan,” ujar Muhamad Kariri, Selasa (10/5). 

Para tersangka adalah pelaku perampokan yang menimpa Heru Setyawan (16) warga Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Boyolali. Anak Baru Gede (ABG) itu dirampok oleh ke empat tersangka saat nongkrong di proyek jalan Tol, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali pada 26 April 2016 lalu. 

Dijelaskan Kariri, sore itu korban sedang nongkrong di proyek jalan Tol ruas Solo-Kertosono di wilayah Desa Ngesrep tersebut. Sekitar pukul 18.30, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario, didatangi empat pelaku. Para pelaku yang datang mengendarai mobil Toyota Avanza H 8632 FL, tersebut langsung menghampiri korban. 

Mengaku sebagai anggota Kepolisian, pelaku mengatakan jika sepeda motor korban bermasalah dan harus dibawa ke kantor polisi untuk dicek. Tanpa banyak bicara lagi, pelaku langsung menyeret korban masuk ke mobil. Sedangkan sepeda motor korban Honda Vario AD 3022 AED, juga dibawa salah satu pelaku. 

Korban pun dibawa pergi dari lokasi itu. Di dalam mobil, pelaku beraksi dengan menutup mata korban menggunakan lakban. Telepon seluler korban juga diminta paksa oleh pelaku. “Setelah sekitar satu jam berjalan, korban diturunkan di pinggir jalan daerah Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Pelaku langsung pergi dengan membawa sepeda motor dan HP (handphone) korban,” jelas Kariri. 

Atas kejadian tersebut, korban kemudian melapor ke polisi. Polres Boyolali langsung melakukan penyelidikan. Sehari setelah kejadian, dua orang tersangka berhasil ditangkap, yakni Eko Purwanto dan Agus Widodo. 

Polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit mobil Toyota Avanza silver H 8632 FL, sepeda motor Honda Vario milik korban, satu dosh book HP merek Lenovo A7000 dan lakban yang digunakan menutup mata korban. Atas perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (Curas). (MJ-07) 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

67 − 66 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.