Home > JATENG RAYA > Musim Panen, Petani Demak Menangis

Musim Panen, Petani Demak Menangis

ilustrasi

DEMAK – Musim panen mestinya membuat petani bahagia karena waktunya menuai hasil pertaniannya. Namun, hal itu tidak terjadi bagi sejumlah petani padi Di Kabupaten Demak.

Sebab, harga padi satu bahu dengan sistem tebasan yang seharusnya lebih dari Rp20 juta, kini hanya terjual Rp13 juta. Harga tersebut belum menutup modal yang dikeluarkan selama penanaman.

“Modal dari menanam sampai panen satu bahu bisa mencapai Rp15 juta. Tapi Kali musim panen, harga padi pasti turun. Kami tidak tahu kenapa, tapi sepertinya memang Ada permainan,” kata Wahib,35, seorang petani asal Kecamatan Dempet, Selasa (24/1/2017).

Haryanto,45, petani lain menambahkan bahwa Kabupaten Demak merupakan produksi padi yang cukup banyak. Hampir tiap daerah di kabupaten ini terdapat lahan produksi padi. Rendahnya harga padi sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir.

“Namun hal itu tidak didukung dengan adanya perhatian Dari pemerintah. Kesejahteraan petani tidak diperhatikan, tiap panen datang harga padi anjlok,” keluh dia.(MJ-23)

Ini Menarik!

Bungalow atau Kamar Saja, Semua Ada di Karimunjawa Inn

Share this on WhatsApp     BERWISATA ke Karimunjawa, tak mungkin cukup sehari saja. Dikarenakan …

Silakan Berkomentar