Home > PLESIRAN > KULINER JATENG > Momoh, Kuliner Penambah Stamina Khas Kaliwungu  

Momoh, Kuliner Penambah Stamina Khas Kaliwungu  

Momoh, Kuliner Khas Kaliwungu
Momoh, Kuliner Khas Kaliwungu

 

KENDAL – Bagi sebagian orang, jeroan sapi dihindari karena mengandung kolesterol tinggi, namun bagi masyarakat Kaliwungu, jeroan sapi diolah menjadi makanan penambah stamina. Jeroan sapi diolah dengan bumbu rempah-rempah dan tambahan gula jawa sehingga dapat bertahan lebih lama. Menu khas Kaliwungu ini dinamakan momoh.

Mengolah jeroan menjadi momoh membutuhkan waktu yang lama hingga berjam-jam. Proses memasak dengam bumbu rempah-rempah ini menjadikan jeroan lebih nikmat dan mengurangi kadar kolesterol dalam jeroan tersebut.

Kuliner khas Kaliwungu ini menjadi menu wajib warga sekitar untuk menambah stamina dan dijadikan lauk untuk menikmati nasi pecel. Berkuah dan berwarna hitam kecoklatan, itulah gambaran sekilas makanan yang dipercaya menambah stamina pria dewasa ini.

Bahan utama pembuatan momoh merupakan jeroan daging sapi atau kerbau yang dilebur bersama sejumlah rempah-rempah. Untuk membuat momoh diperlukan waktu hingga satu hari sebelum momoh dapat dihidangkan. Awalnya jeroan daging sapi dibersihkan dan direbus selama tiga jam.

Menurut pembuat momoh,  proses ini bertujuan agar daging lebih lunak, setelah direbus selama tiga jam jeroan didinginkan terlebih dahulu baru diproses lebih lanjut dengan perebusan kembali. Namun dengan tambahan berbagai macam bumbu dan rempah untuk mendapatkan rasa spesial pada jeroan tersebut.

Bumbu dan rempah tersebut diantaranya, garam, gula merah, bawang putih dan daun salam. “Untuk perebusan kedua kali ini, kuahnya harus tetap berasal dari kuah dari proses perebusan pertama, sehingga aroma kuah semakin kuat. Proses kedua ini setidaknya membutuhkan waktu hingga satu setengah jam,” jelas Farchat, pemilik rumah makan momoh di sekitar alun-alun Kaliwungu.

Dijelaskan,  jeroan kembali didinginkan tetapi tidak boleh ditiriskan dan didiamkan selama kurang lebih satu hari. Proses ini bertujuan agar bumbu semakin meresap ke dalam jeroan. Biasanya setelah satu hari momoh baru dapat dihidangkan atau bahkan dijual ke pelanggan. Para pelanggan yang biasa menjadikan momoh sebagai oleh-oleh khas Kaliwungu harus memesan terlebih dahulu minimal sehari sebelum dibeli.

Momoh yang siap dikemas dalam wadah gerabah dari tanah liat agar masakan tetap segar. Namun untuk yang takut kolesterol tambah tinggi, lebih baik menghindari mengkonsumsi makanan ini. (MJ-01)

Ini Menarik!

Heran dengan Es Krim Goreng? Begini Cara Buatnya

Share this on WhatsApp SEMARANG – Memasuki bulan November, Secara khusus, Executive Chef Aston Semarang …

Silakan Berkomentar