Home > KRIMINAL & HUKUM > Mobil Belum Lunas Malah Digadaikan, Parjimin Digelandang Polisi

Mobil Belum Lunas Malah Digadaikan, Parjimin Digelandang Polisi

image

BOYOLALI – Pria ini terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Boyolali. Dia dilaporkan rekannya sendiri karena diduga menggelapkan mobil yang semula hendak dijual. Mobil Toyota Kijang yang sudah disepakati dibeli Rp 87 juta, ternyata digadaikan Rp 15 juta.

Tersangka tersebut adalah Parjimin (44) warga Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, karyawan swasta itu kini ditahan di Mapolres Boyolali. Polisi kini sedang melakukan penyidikan terhadap tersangka untuk proses hukum.

Kasat Reskrim AKP Parwanto mengatakan, ungkap kasus ini berawal adanya laporan dari Bendot Triyanto (33), ke Mapolres Boyolali. Warga Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, Boyolali itu melaporkan tersangka atas tuduhan penggelapan dan penipuan. Pasalnya, mobil Toyota Kijang H 8839 KR, milik Sugiyono (52), yang semula hendak dijual, ternyata malah digadaikan oleh tersangka.

Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung membentuk tim untuk melakukan penyelidikan. “Setelah didapat bukti-bukti kuat, tersangka akhirnya berhasil kami tangkap,” ujar AKP Parwanto didampingi Kasubag Humas AKP Jumaisah, Selasa (9/9).

Dijelaskan, kasus itu bermula pada bulan Juli 2014 lalu, Sugiyono, warga Sukogawe, Getasan, Salatiga bermaksud menjual mobil Kijang miliknya. Mobil berwarna biru metalik itu dikuasakan kepada Bendot untuk dijualkan. Oleh Bendot, Kijang Kapsul itu ditawarkan kepada temannya, Parjimin.

Jual beli mobil keluaran tahun 2002 itu akhirnya tercapai kesepakatan seharga Rp 87 juta. Untuk meyakinkan, korban diberi uang Rp 6,5 juta sebagai panjer atau uang muka. Sedangkan sisanya akan dilunasi menyusul.

Tetapi ditunggu hingga beberapa waktu, ternyata tak kunjung dilunasi. Kecurigaan pun muncul. Setelah ditelusur, mobil Kijang itu ternyata telah digadaikan tersangka ke orang lain.

Menurut Kasat Reskrim, Parwanto, mobil milik korban digadaikan tersangka Rp 15 juta. Dari uang tersebut yang Rp 6,5 juta diberikan kepada korban sebagai uang muka, yang Rp 8,5 juta digunakan untuk kepentingan tersangka sendiri.

Dalam kasus itu, polisi juga menyita satu unit mobil Toyota Kijang bernomor polisi H 8839 KR, berikut BPKB dan STNK-nya sebagai barang bukti. Tersangka dijerat pasal 378 jo pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. “Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara,” jelas Parwanto. (MJ-07)

Ini Menarik!

Dugaan Pelaku Pembunuh Yoga Mulai Mengerucut

Share this on WhatsApp    KENDAL – Polisi masih mendalami kasus pembunuhan terhadap Yoga Gatot …

Silakan Berkomentar