Miskin, Belasan KK di Jepara Terpaksa Tempati Lahan Irigasi

JEPARA – Belasan warga di Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara hidup di bantaran Sungai SWD II dekat bendungan karet Bungpes. Mereka mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan.

Sejumlah rumah di Desa Gerdu yang berdiri di atas lahan irigasi. Foto: metojateng.com

Belasan rumah tersebut masih terbuat dari bambu, papan, dan gedek dengan kondisi seadanya. Hanya sebagian kecil sudah dibangun secara permanen menggunakan batu bata.

Selama ini, mereka tidak terdaftar sebagai penerima bantuan rumah tak layak huni (RTLH). Sebab, rumah mereka berdiri di atas lahan irigasi.

Selamet, seorang pemilik rumah di bantaran sungai setempat mengatakan bahwa ada belasan kepala keluarga yang menempati lahan irigasi. Mereka terpaksa karena tidak mampu membeli lahan untuk membangun rumah.

“Ya karena awalnya tidak punya rumah, tidak punya lahan. Akhirnya menempati lahan irigasi buat rumah,” katanya, Rabu (11/7)

Ia tidak tahu siapa yang pertama kali mendirikan rumah di lokasi tersebut. Namun, mulai ramai pembangunan rumah sekitar 2003 hingga 2005 silam.

“Saya sendiri di sini 2003. Bertambah ramai sampai sekarang ada belasan rumah. Pihak desa tidak melarang juga tidak mengiyakan. Mungkin belum ada solusi,” paparnya.

Warga yang menempati lahan irigasi tersebut mayoritaa bekerja sebagau buruh tani dan tukang batu. Satu rumah dihuni empat sampai lima jiwa.

“Maunya pindah punya rumah di lahan sendiri, tapi tidak punya uang,” imbuhnya.

Sementara, Sukahar, Kepala Dusun Gerdu menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada solusi yang tepat memgenai hal tersebut.

“Dilema. Pihak desa tidak punya lahan untuk mereka. Bagaimana lagi, karena memang mereka warga kurang mampu tidak punya lahan,” tuturnya.

Namun, pihaknya selalu melakukan sosialisasi. Salah satunya untuk memberikan semangat supaya segera memiliki lahan sendiri.

“Untuk bantuan memang belum bisa terutama RTLH, karena bukan lahan sendiri. Kami berupaya masyarakat bisa hidup nyaman dan tentram,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.