Home > JATENG RAYA > Miras Oplosan Kendal, 10 Orang Mati dalam 2 Bulan

Miras Oplosan Kendal, 10 Orang Mati dalam 2 Bulan

Proses pemakaman korban minuman keras oplosan di Desa Boja. (foto: metrojateng.com)

KENDAL – Kepolisian Kendal mencatat 10 orang meninggal dunia dalam dua bulan terakhir akibat minuman keras oplosan. Saat ini, Polres Kendal tengah gencar menggelar operasi minuman keras. Selain itu polisi terus mendalami kasus meninggalnya tiga warga Desa Boja usai pesta minuman keras oplosan pekan lalu.

Polisi melakukan penyelidikan kasus tersebut, dengan memburu penjual miras oplosan. Sayangnya kesulitan memeriksa saksi lantaran kesehatan saksi belum pulih.

Saksi yang sudah dimintai keterangan adalah Budi alias Grandong, Kismin alias Pendek, dan Yusuf. Ketiganya merupakan korban selamat, meski juga mengalami sesak nafas serta kabur pandangan. Kapolres Kendal, AKBP Adi Wijaya, mengatakan, pihaknya belum mendapat keterangan yang pasti.

“Kami masih kesulitan mendapatkan keterangan yang pasti. Kondisi korban memng sudah membaik, tapi belum benar-benar pulih. Sehingga masih perlu waktu,” katanya, Senin (4/9).

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, teko yang digunakan untuk menuang minuman keras dari botol Congyang serta dari botol bir. Teko tersebut doamankan dari lokasi dimana tujuh orang mengonsumsi minuman keras tersebut.

“Kami masih meminta keterangan korban selamat minuman itu dibeli dari mana. Termasuk siapa yang mencampurnya,” tambah Kapolres.

Adi menambahkan, selain menggelar operasi pihaknya juga menggandeng tokoh agama untuk sosialisasi kepada warga supaya tidak mengonsumsi minuman keras oplosan. Pendekatan melalui tokoh agama dinilai cukup baik, karena warga cenderung menghormati tokoh agama yang lingkungan tempat tinggal mereka. (MJ-01)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar