Merasa Dirugikan KPU, Awigra Lapor ke Bawaslu

SEMARANG – Seorang bakal calon DPR RI, Daniel Awigra melaporkan Komisioner KPU Jateng Hakim Junaedi ke Bawaslu. Alasannya, kinerja Hakim dianggap merugikan Awigra yang kebetulan kembali nyalon jadi senator dari Dapil Jawa Tengah.

Sidang perdana kasus dugaan maladministrasi yang melibatkan Komisioner KPU Jateng. Foto: fariz fardianto

“Administratif kita ajukan ke bawaslu, sementara yang kode etik ke DKPP. Sudah kita ajukan tinggal menunggu sidangnya. Termasuk laporan ke Ombudsman. Sehingga kita berharap rule of the game bisa dijaga. Jadi Pilkada di jateng bisa legitimatif secara yuridis maupun administratif,” ungkap Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jateng Teguh Purnomo, sebagai kuasa hukum Awigra, di Bawaslu Jateng, Senin (21/5).

Ia mengatakan Hakim Junaedi kurang santun dan profesional saat proses pendaftaran calon DPD. Bukti-bukti mengenai kelakuan Hakim yang tak etis itu, kata Teguh, nantinya akan ditunjukan pada sidang berikutnya yang digelar besok.

“Kalau misalnya terbukti apa yang kami tuduhkan pada terlapor, akan memberikan kesempatan pada pelapor pada tahapan seleksi kandidat DPD berikutnya,” cetusnya.

Padahal, Teguh menyatakan kliennya sudah menyerahkan dukungan lengkap sesuai dengan ketentuan UU Nomot 7/2017 pada 26 April 2018 pukul 23.00 WIB yang telah terunggah di dalam SIPP sebanyak lima ribu lebih dukungan.

Namun, ia menyayangkan pada 28 April 2018, saat pengecekan dokumen, kliennya dan relawan justru diintimidasi oleh Hakim.

Dalam kasus ini, Teguh menduga kuat Hakim telah melanggar etika sebagai Komisioner KPU Divisi Hukum.

Terkait tudingan di dalam sidang, Komisioner KPU Jateng, Hakim Junaedi berdalih semuanya tak benar. Ia kembali menegaskan apa yang disampaikan kuasa hukum Awigra tak tepat.

“Yang pasti yang disampaikan mereka tidak tepat,” tegas dia.

Terkait tindakannya yang menggebrak meja dan mengusir Awigra, Hakim beralasan tidak bermaksud melakukan hal tersebut.

“Nanti kita lihat yang dimaksud menggebrak meja itu seperti apa, bisa saja terminologinya kan berbeda-beda. Kita lihat besok,” kata Hakim. (far)

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

27 − = 22

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.