Beranda JATENG RAYA METRO KEDU Merapi Meletus Lagi, Magelang Diguyur Hujan Abu

Merapi Meletus Lagi, Magelang Diguyur Hujan Abu

68
0
BERBAGI

MAGELANG – Gunung Merapi kembali meletus freatik pada Rabu (23/5) pagi pukul 03.31 wib dengan durasi 4 menit.┬áHembusan angin ke arah barat atau ke wilayah Magelang. Beberapa desa di Kecamatan Dukun, Srumbung dan Mungkid diguyur hujan abu, bahkan ada yang campur pasir.

Petugas BPPTKG Yogyakarta sedang mengambil sampel jatuhan material atau abu di pos Ngepos Srumbung untuk diteliti lebih jauh di laboratorium BPPTKG Yogjakarta, Senin (21/5). Foto: ch kurniawati

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan, untuk sementara wilayah yang terdampak sebaran abu akibat letusan freatik ada di kecamatan Dukun seperti di desa Keningar, Sumber, Ngargomulyo, Ngadipuro, Wates, Kalibening dan Dukun.

Ketinggian letusan 2.000 M dan teramati dari Pos Pengamaan Gunung Merapi Jrakah dan Kaliurang. “Hujan abu cukup tebal untuk wilayah ini,” kata Edi.

BPBD langsung mengirimkan masker untuk warga setempat terutama untuk anak-anak sekolah, kantor-kantor desa maupun langsung kepada masyarakat.

Selain kecamatan Dukun, diperoleh informasi hujan abu sebarannya semakin jauh, hingga ke kecamatan Sawangan, Mungkid, Candimulyo, Salaman, Mertoyudan, Borobudur dan Muntilan.

Lurah Dukun kecamatan Dukun, Tanto Heryanto mengatakan, warga sempat panik karena hujan abu juga disertai pasir. “Iya hujan abu campur pasir. Sebagian warga cukup panik mungkin karena ada suara akibat jatuhan abu pasir,” katanya.

Namun demikian, hujan abu yang disertai pasir hanya berlangsung sebentar. Ia mengimbau kepada warga untuk tetap tenang namun selalu meningkatkan kewaspadaan.

Nurdiyanto warga Mungkid mengatakan, di kampungnya juga diguyur hujan abu cukup tebal. Sedang di daerah Kalinegoro, Bumirejo kecamatan Mertoyudan hujan abu turun tipis. Demikian juga di Borobudur dan Salaman juga turun hujan abu tipis.

“Celana dan motor saya kotor sekali kena hujan abu. Di sepanjang jalan hujan abu cukup tebal,” kata Nurdyanto.

Lain halnya dengan warga di seputaran pos pengamatan Gunung Merapi Babadan Kecamatan Dukun, justru tidak merasakan guyuran abu. Hanya saja dari perangkat desa tetap mengimbau agar warga tidak melaksanakan aktivitas di seputaran zona merah atau patok alap-alap ke atas. (MJ-24)