Home > METROJATENG PLUS > Menimbang Untung Rugi Daycare dan Babysitter

Menimbang Untung Rugi Daycare dan Babysitter

image

BAGI Ayah Bunda tentunya berharap sang buah hati selalu mendapat yang terbaik. Begitu pun ketika memutuskan kedua orang tua harus bekerja, jangan sampai anak menjadi korban. Mengingat tujuan kita bekerja tentunya untuk dapat selalu memberi yang terbaik bagi buah hati tercinta.

Ketika terpaksa memutuskan Ayah Bunda harus bekerja dan meninggalkan sang buah hati, jangan abaikan tumbuh kembang dan pemenuhan kebutuhannya. Agar tak bingung mau “dikemanakan” anak kita saat orang tuanya bekerja, berikut tips yang bisa anda pakai untuk mempertimbangkan apakah memilih anak diasuh babysitter atau daycare, berikut tipsnya:

Babysitter
                                                 
(+) Lebih murah biayanya. Tak ada biaya tambahan jika Anda terlambat pulang.

(+) Bisa bekerja 24 jam sehari, walaupun juga perlu hari libur.

(-) Anak langsung ditinggal di rumah ketika Anda pergi ke kantor. Waktu bertemu anak jadi sangat terbatas.

(-) Anak hanya bersama babysitter, sosialisasi terbatas.

(-) Tak ada yang tahu apa yang dilakukan babysitter di rumah. Keamanan belum tentu terjamin.

(-) Pengalaman belum tentu sesuai harapan.

(-) Makanan yang diberikan kepada anak harus kita kontrol sendiri nutrisinya. Ada babysitter  yang malas sehingga membuang makanan yang tak habis dimakan anak.

(-) Stimulasi buat anak harus kita kontrol. Jika pengasuh malas, ada kemungkinan anak hanya nonton TV saja.

(-) Jika babysitter tidak disiplin, kegiatan anak akan mengikuti kemauannya/ kemauan anak saja.                            

Daycare

(-) Lebih mahal biayanya. Ada biaya tambahan jika Anda terlambat menjemput.

(-) Hanya selama jam kerja, ada sedikit tambahan waktu untuk penjemputan.

(+) Ada waktu tambahan bersama anak dalam perjalanan ke daycare dan ketika pulang ke rumah.

(+) Anak bersama dengan banyak anak lain, stimulasi untuk sosialisasi lebih luas.

(+) Beberapa daycare menyediakan CCTV untuk membantu Anda memantau apa yang sedang dilakukan anak. Lagipula pengasuh tidak hanya satu, sehingga mereka bisa saling mengawasi.

(+) Biasanya pengasuh berpengalaman, setidaknya sudah mendapatkan pelatihan, dan tetap disupervisi.

(+) Makanan yang diberikan sudah dikontrol nutrisinya. Anak diajari makan sendiri. Dengan melihat anak lain makan sendiri, anak bisa termotivasi belajar makan sendiri.

(+) Biasanya memiliki program khusus untuk menstimulasi anak, dan sesuai dengan usia anak dan harapan orang tua.

(+) Lebih teratur dan disiplin karena jam-jam aktivitas biasanya rutin dan teratur.

Nah, sekarang Ayah Bunda yang memutuskan bagaimana baiknya. Semoga bermanfaat. (eva)

Ini Menarik!

Is: Bertahan Itu Harga Mati

Share this on WhatsApp  VOKALIS Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad yang tenar dengan sapaan Is …

Silakan Berkomentar