Beranda JATENG RAYA METRO SOLO Mengenal Tiga Tokoh Pendiri Kota Solo

Mengenal Tiga Tokoh Pendiri Kota Solo

2296
0
BERBAGI

SOLO – Kota Solo adalah kota yang yang dahulunya masuk kawasan Kerajaan Mataram. Ki Gedhe Sala, Ki Ageng Henis dan Raden Ngabehi Yosodipuro adalah tiga tokoh yang memiliki kaitan sangat erat dengan cikal bakal kota Solo.

Rombongan AS Solo berdoa di Makam Ki Ageng Henis, Laweyan,Solo, pada Kamis (15/2). (foto: metrojateng.com/MJ-25)

Dalam sejarah menyebutkan, Ki Gedhe Sala atau Kyai Sala merupakan tokoh yang memiliki andil besar dalam prosesi pemindahan keraton kasunanan, dari Keraton Kartasura ke Keraton Kasunana Surakarta yang berlokasi di Baluwarti, Pasar Kliwon.

Atas seizin Kyai Sala lah, Paku Buwana (PB) II bisa mendirikan keraton di tempat tersebut. Dan tepat pada tanggal 18 Februari 1745 kerajaan Kartasura di pindahkan ke Desa Sala yang terletak di tepi Sungai Bengawan Solo.

Perpindahan Keraton Kasunanan ke Desa Sala ini merupakan bedol keraton secara menyeluruh atau total. Perpindahan, dilakukan dengan suasana sedih karena keraton yang di hancurkan oleh orang orang Cina.

Hampir sama dengan Kyai Sala, Ki Ageng Henis dinilai berjasa pada perkembangan kota Solo di masa lampau. Ki Ageng Henis merupakan tokoh sesepuh dan penyebar agama Islam di kawasan kampung Laweyan. Dimana dahulu kala, kawasan Laweyan merupakan kawasan perdangan batik dan jatung perekonomian di kota Solo. Di lokasi tersebutlah terdapat banyak saudagar batik.

Sementara itu, Raden Ngabehi Yosodipuro merupakan seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta pada masa pemerintahan Paku Buwana (PB) IV. Raden Ngabehi Yosodipuro merupakan salah satu cendikiawan dan sastrawan, Beliau memiliki banyak karya sastra pada zaman dahulu.

Ia juga menerjemahkan karya sastra Jawa kuno ke dalam bahasa Jawa baru. Makam R.Ng Yosodipuro sendiri berlokasi di Pengging, Boyolali.

Karena banyaknya jasa para pendiri Kota Solo tersebut, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo berencana untuk memperbaiki makam-makam tersebut. Perbaikan makam tersebut dilakukan untuk merawat budaya dan sebagai bentuk kepedulian terhadap leluhur yang telah berjasa membangun Kota Solo.

‘Nanti saya akan berkoordinasi dengan Pak Sekda, untuk memperbaiki makam ini. Terutama makam Ki Ageng Henis yang perlu untuk dirawat dan dilestarikan,” ungkapnya saat melakukan ziarah, Kamis (15/2). (MJ-25)