Mengenal Ritual Umat Islam Aboge Trah Bonokeling dan Sayid Kuning Sambut Ramadan

UMAT Islam Aboge Trah Sayid Kuning di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga menetapkan 1 Ramadan pada Kamis (17/5/2018). Penetapan hari pertama puasa ini dapat dibarengkan dengan hisab pemerintah karena tahun ini, menurut mereka, adalah tahun ‘Dal’.

Trah Bonokeling
Perempuan dalam Masyarakat Adat Bonokeling menanti pemuka adat menjelang ritual Unggahan di kompleks makam Ki Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Senin (14/5/2018). Foto: metrojateng.com

Pemuka agama Islam Aboge di Desa Onje, Kyai Maksudi menjelaskan, dasar perhitungan Trah Sayid Kuning adalah Almanak Jawa Alif Rebo Wage atau disingkat Aboge. Mereka meyakini bahwa dalam kurun waktu delapan tahun atau satu windu terdiri atas tahun Alif, Ha, Jim, Je,  Dal, Be, Wawu, dan Jim akhir.

“Ini tahun ‘Dal’, jadi bareng (dengan pemerintah). Rumusnya ‘Donemro’ artinya Romadon dina keenem pasaran keloro (Ramadhan jatuh di hari keenam pasaran kedua), sehingga jatuhnya Kamis Pahing,” katanya.

Lain dengan Masyarakat Adat Bonokeling, seminggu sebelum memasuki bulan puasa, trah bonokeling atau yang biasa disebut ‘anak-putu’ menjalani laku lampah. Laku lampah mewajibkan setiap anak-putu trah Bonokeling dari berbagai wilayah untuk berjalan kaki ke makam leluhur di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas

Anak-putu trah Bonokeling tersebar dari Adipala, Daun Lumbung yang masuk wilayah Cilacap hingga warga Kedungwringin dari Banyumas. Mereka berjalan berombongan menuju Desa Pekuncen dimana makam leluhur, yakni Ki Bonokeling terbaring.

“Anak putu akan istirahat semalam di Pekuncen. Acara puncak adat, Unggahan atau Nyadran, yakni berziarah ke makam Ki Bonokeling pada Jumat (11/5/2018),” kata Kasepuhan (pemuka adat) trah Bonokeling, Sumitro.

Setelah menjalani ritual puncak Unaggahan, tepat pada Senin (14/5/2018), akan dilangsungkan Rikat akhir yakni membersihkan lokasi makam ki Bonokeling. Di sanalah ritual berakhir dan mereka akan pulang ke rumah masing-masing untuk menanti datangnya bulan suci.

“Hitungannya pasti. Awal puasa jatuh pada Kamis (17/5/2018), pasarannya Pahing, itu terhitung 1 aboge. Tahunnya Dal,” ujarnya.

Tak hanya untuk hari besar keagamaan, Almanak Jawa Aboge juga menjadi panduan bagi Trah Bonokeling dalam aktivitas sehari-hari. Ambil contoh untuk menentukan hari baik hajatan mulai dari pernikahan sampai acara adat.

Saat ini di Pekuncen sendiri, Trah Bonokeling kurang lebih ada sebanyak 2.000 orang. Sedang di Adiraja, Kecamatan Adipala ada 13 bedogol (pemuka adat), yang masing-masing membawahi trah bonokeling. Kurang lebih saat acara adat Unggahan bakal berkumpul 3.000 trah bonokeling di Desa Pakuncen. (MJ-26)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.