Home > KRIMINAL & HUKUM > Memeras di Arena Judi, 3 Brimob Gadungan Diamankan

Memeras di Arena Judi, 3 Brimob Gadungan Diamankan

Tiga polisi gadungan dikeler ke Mapolres Grobogan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Foto Metrojateng
Tiga polisi gadungan dikeler ke Mapolres Grobogan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Foto Metrojateng

GROBOGAN – Tiga pria yang sempat dilaporkan menjadi bulan-bulanan warga di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo dipastikan adalah polisi gadungan. Mereka dikeroyok warga setelah melakukan pemerasan di sebuah kalangan judi di desa tersebut.

Ketiga pelaku diketahui berinisial A, Y, dan R. Sedangkan satu pelaku lainnya, berinisial L berhasil lolos dalam penyergapan. Komplotan pelaku melancarkan aksinya pada Senin (18/8/2014) dinihari. Berdalih sebagai anggota polisi, mereka menggerebek arena perjudian di rumah warga yang sedang menggelar hajatan.

Saat itu, warga tidak merasa curiga dengan pengakuan mereka. Pasalnya, penampilan keempat pelaku memang selayaknya anggota reserse. Bahkan, mereka datang dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia H 9018 CU warna silver. Saat itu, mereka meminta uang damai kepada warga yang sedang bermain judi kartu.

Setelah menerima uang damai sebesar Rp 3,5 juta, mereka langsung pergi meninggalkan lokasi. “Ternyata ada warga yang curiga. Lalu mereka mengejar dan menghadang mobil kami,” tutur salah seorang pelaku.

Warga yang marah sempat melakukan melempari mobil pelaku. Beruntung, aksi yang lebih brutal berhasil dicegah sesepuh kampung. Mereka lalu menghubungi polisi untuk mengamankan pelaku dari amuk massa. Sedangkan, L yang memberi informasi adanya perjudian di kampung tersebut justru lebih dulu kabur.

Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo mengatakan, beberapa warga yang curiga terhadap pelaku melakukan pengejaran dan memberhentikan laju mobil yang digunakan pelaku. Warga yang geram akibat ulah polisi gadungan itu akhirnya memukuli pelaku dan merusak mobil. Namun, ketiga pelaku tersebut berhasil meloloskan diri dari amuk massa.

“Mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya pemerasan yang dilakukan oleh anggota polisi. Kami pun melakukan pengejaran terhadap pelaku pemerasan yang melarikan diri dari amuk massa. Pelaku pun berhasil kami tangkap. Setelah kami periksa, ternyata ketiganya tidak tercatat sebagai anggota Polri. Mereka (pelaku, Red) hanya mengaku saja,” kata Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Wiyono Eko dan Kasat Reskrim AKP Subagyo.

Selain mengamankan tiga orang pelaku, lanjut Kapolres, petugas juga mengamankan tiga buah tas yang salah satunya bertuliskan ‘Brigade Mobil Indonesia Police’ dan sebuah tas plastik. Kemudian sebuah senapan angin laras panjang yang digunakan mereka untuk memaksa dan mengancam warga. “Barang buktinya sudah kami sita. Pelaku dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tandas Kapolres. (MJ-04)

Ini Menarik!

Mayat Mengambang Ini Diduga Pelaku Pembunuhan Karyawan BRI

Share this on WhatsApp    KENDAL –  Mayat laki-laki mengenakan celana dan jaket ditemukan warga …

Silakan Berkomentar