Home > HEADLINE > Mbah Basri, Pejuang Konservasi Hutan Gunung Prahu

Mbah Basri, Pejuang Konservasi Hutan Gunung Prahu

Mbah Basri (kanan) masih setia mengawal Gunung Prahu. Foto Metrojateng
Mbah Basri (kanan) masih setia mengawal Gunung Prahu. Foto Metrojateng

KENDAL – Usianya tak lagi muda, tapi pria yang satu ini siap pasang badan untuk mengawal Gunung Prahu dari ancaman pembalakan liar. Mbah Basri, begitu dia disapa, mengabdikan hidupnya untuk kelestarian gunng yang terletak di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal tersebut, sekalipun harus bertaruh nyawa.

Sudah 20 tahun Mbah Basri menjadi juru kunci dan penjaga Gunung Prahu secara sukarela. Kakek 60 tahun itu juga tak terlalu paham dengan Perda SUSU (Sak Uwong Sak Uwit) yang dicanangkan Pemkab Kendal. Baginya, menjaga kelestarian alam harus bersumber dari hati tanpa embel-embel apapun.

Warga Desa Purwosari ini juga mewajibkan setiap pendaki agar membawa pohon untuk ditanam di sepanjang rute menuju puncak Gunung Prahu. Setiap

 hari Mbah Basri setidaknya menanam 10 hingga 20 bibit pohon, di sepanjang jalan setapak menuju puncak sambil berpatroli. Dalam sehari, dia  mengawasi sekitar 5 hektar hutan gunung Prahu dari pembalakan liar. Semua itu ia lakukan dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Baginya, menjaga hutan dilakukan agar kelestariannya bisa dinikmati untuk anak cucu dan warga di sekitar lereng gunung prahu. Menurutnya sumber air di Gunung Prahu sangat vital bagi kehidupan warga sekitar.

“Sekarang warga membutuhkan air bersih hanya dari sumber yang ada di gunung, jika tidak dijaga dengan menanam pohon akan rusak dan air jadi susah,” katanya.

Lelaki tua yang masih memiliki fisik prima ini tidak pernah meminta belas kasihan kepada pemerintah atas aktifitas kesehariannya. Pengabdiaannya ikhlas dan tulus namun perhatian dari pemerintah belum dirasakannya. Kakek luar biasa ini tidak pernah lelah dan berhenti untuk menjaga Gunung Prahu meski banyak tawaran untuk menjadi pekerja di perkebunan cengkeh yang tidak jauh dari rumahnya.

“Banyak yang menawarkan saya untuk kerja di perkebunan cengkeh tapi saya bilang nanti yang jaga gunung siapa?” katanya. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar