Home > JATENG RAYA > Max Riders, Berawal dari Obrolan di Warung Kopi

Max Riders, Berawal dari Obrolan di Warung Kopi

Ketua Max Riders Magelang, Satriyo Sambodo dan ketua IMI Jateng AKBP (Purn) Kadarusman dan anggota Max Riders lain usai acara pelantikan pengurus di Kebon Semilir Magelang, Sabtu (21/1). (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Berawal dari obrolan tidak sengaja di sebuah warung, kini terbentuklah sebuah perkumpulan pecinta sepeda motor 150 CC N-Max di Magelang. Namanya Max Riders dan kepengurusan baru dilantik pada Sabtu (21/1) malam lalu, oleh Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng, AKBP (Purn) Kadarusman.

    Terpilih sebagai Ketua, Satriyo Sambodo, Sekretaris, Tartib Karyadi, Bendahara, Erfansyah. Organisasi ini dilengkapi dengan beberapa seksi antara lain seksi Organisasi, Keanggotaan dan Tata tertib yang di pegang oleh Jamal Ashuri, Hubungan Masyarakat, Imam Indra Nugroho, legal Aspect/legal Officer, Aryo Garudo, Seksi dana, usaha dan kewirausahaan, Sudarsono Sondong, Sosial Kemasyarakatan dan Kopi Darat, Bedrus Harsono, Safety Riding, Touring dan perlengkapan, Anung Taufik dan seksi Dokumentasi, Multi Media/IT dipegang Remi Mahyuda Trio.

    Bertindak sebagai penasehat Kasatlantas Polres Magelang Kota, mantan Sekda Kota Magelang, Soerasmono, Hasan Suryoyuddho (mantan ketua DPRD Kota Magelang) dan Kol (purn TNI) Moh Haryanto.

    Untuk sementara, jumlah anggota Max Rider baru 26 orang dan semuanya sudah memegang KTA yang dikeluarkan IMI Pusat. “Kita libatkan yang aktif dulu saja, selanjutnya siapa saja yang ingin menjadi anggota silakan untuk mendaftar,” kata ketua Max Rider, Satriyo Sambodo.

    Satriyo didampingi sekretaris, Tartib Karyadi menceritakan, Max Rider terbentuk dari sebuah obrolan di warung. “Ketemuanya juga tidak sengaja di sebuah warung makan pada November 2016 lalu.

    Berangkat dari obrolan itu, akhirnya terbersit keinginan untuk mengumpulkan pengguna sepeda motor N-Max, yang cukup banyak di wilayah Magelang,” kata Satriyo.

    Setelah terkumpul beberapa pengguna, imbuh satriyo, maka mulailah melakukan kegiatan touring ke lokasi-lokasi wisata yang menarik baik di wilayah Magelang maupun luar kota.

    “Tujuan utamanya adalah untuk senang-senang saja sambil bersilaturahmi,” kata Satriyo yang sudah purna bekerja di sebuah bank di Kota Magelang.

    Ia juga menekankan, bahwa di Max Riders tidak ada batasan usia. “Mau tua, muda, dewasa, yang penting bisa kumpul dan saling silaturahmi,”tandasnya.

    Tartib menambahkan, anggota Max Riders juga berasal dari berbagai profesi, seperti pensiunan pegawai, PNS, pengusaha, pengacara dan banyak profesi lain.

    Disebutkan, sebenarnya Max Riders sudah dikukuhkan sejak 17 Desember lalu. Namun pelantikan dilaksanakan satu bulan berikutnya, karena IMI Jateng juga baru saja terbentuk. “Jadi setelah IMI terbentuk, baru bisa mengeluarkan SK dan melantik kepengurusan Max Riders Magelang,”jelas tartib.

    Kegiatan Max Riders selain touring minimal satu kali dalam satu bulan, juga akan diisi dengan kegiatan sosial.”Kita juga misi mengenalkan obyek-obyek wisata yang ada di sekitar kita,” katanya.

    Dia juga menekankan, bahwa untuk pembiayaan kegiatan semuanya ditanggung anggota dan tidak memberatkan.”Prinsipnya kita kebersamaan dan mandiri,” ujarnya.

    Jamal Ashuri, seksi Organisasi, Keanggotaan dan Tata tertib mengatakan, bahwa Max Riders masih terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung.

    Kedepan, keanggotaan tidak hanya dari pengguna N-Max 150 CC saja, namun juga pengguna produk Max lain yang CC nya lebih besar. (MJ-24)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar