Beranda HEADLINE Mau Maling Kok Malah Ketiduran, Ya Diamankan Polisi

Mau Maling Kok Malah Ketiduran, Ya Diamankan Polisi

0
0
BERBAGI
image
Barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian dari tangan tersangka. (Metrojateng.com/Raditya Erwiyanto)

SOLO- Nasib apes harus dialami Edy Maryanto (22) warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Bagaimana tidak, belum sempat menikmati uang hasil curian, ia sudah harus digelandang di Polsek Pasar Kliwon Solo.
 
Perstiwa itu berlangsung, pada Selasa (27/10) malam kemarin. Di saat sebuah supermarket di kawasan Jalan Veteran Solo, Luwes Gading sudah mulai tutup, ia malah nyelonong masuk ke dalam. Guna mengelabui petugas security, ia bersembunyi di salah satu sudut ruangan. Begitu supermarket tersebut dalam keadaan kosong, dengan modal sebuah obeng dan lampu senter ia mengacak-acak meja kasir.
 
Tak sulit baginya untuk membobol meja kasir, sebab pelaku sudah hafal ‘medan’. Sebelumnya, pelaku bekerja selama 2 tahun sebagai cleaning service di supermarket tersebut.

Dari hasil otak-atiknya, ia berhasil menggondol uang Rp 60.216.000. Setelah berhasil menggondol uang, ia menuju ke lantai dua untuk mengambil sejumlah baju dan dua buah tas yang akan digunakan untuk menyimpan hasil curiannya.
 
Namun, begitu berhasil mendapatkan barang curian, ia malah kebingungan, karena tak bisa keluar dari supermarket. Ia pun menuju ke sebuah kamar mandi. Namun apa daya, mungkin saking capeknya, di kamar mandi tersebut ia malah ketiduran.
 
Sementara menjelang toko buka, petugas keamanan mendapati pintu lantai dua ada yang dibuka dengan paksa. Setelah dilakukan penyisiran, ternyata petugas tersebut menemukan pelaku terdiam membisu di dalam kamar mandi.
 
“Gak tau uangnya mau buat apa, cuma mau buat pegangan aja,” jelas Edy yang hanya lulusan SMP ini.
 
Sementara itu, Kapolsek Pasar Kliwon AKP Nur Prasetyantoro, saat gelar perkara di Polsek setempat, Kamis (29/10) siang mengatakan, saat masuk ke supermarket tersebut ia hanya bermodal tangan kosong. Namun setelah berada di basement, ia menemukan sebuah obeng dan lampu senter. Dua alat inilah yang digunakan pelaku untuk mengobrak abrik uang di kasir.
 
“Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” jelasnya. (dit)