Home > JATENG RAYA > Masyarakat Didorong Patenkan Tradisi Lokal Desa

Masyarakat Didorong Patenkan Tradisi Lokal Desa

Barong Godhong Jepara. FOTO: Rhobi Shani

JEPARA – Tiap desa di Jepara yang memiliki tradisi khas yang digelar tiap tahun diharapkan mematenkan tradisi masing-masing. Itu untuk menjamin keberlangsungan dari tradisi itu sendiri.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Deni Hendarko melalui Kabid Kebudayaan Agus menjelaskan, hampir di tiap desa di Jepara memiliki tradisi masing-masing. Beberapa desa di antaranya memilki tradisi yang khas dan telah berkembang pesat dan tiap tahun selalu menyedot perhatian.

“Beberapa telah menjadi ikon kebudayaan dengan daya tawar wisata bagi Jepara,” kata Agus, Jumat (20/1).

Di antara tradisi yang dianggap bahkan telah mendunia iti seperti Perang Obor Tegal Sambi, Jembul Tulakan, Memeden Gadhu Kepuk, Jembul Banyumanis, Pesta Baratan Kalinyamatan dan Pekan Syawalan (Pesta Lomban). Di antara tradisi-tradisi itu, baru Pekan Syawalan yang penyelenggaraannya langsung ditangani Pemkab. Yang lainnya masih dikelola desa masing-masing. Disparbud sebatas hanya memfasilitasi.

Pematenan tradisi itu diharapkan diikuti dengan pembentukan yayasan. Sehingga, kata Agus, tidak ada kekhawatiran tradisi itu “dicuri” oleh daerah bahkan negara lain. Di sisi lain, memastikan tradisi tersebut tetap berlanjut atau tak mati serta terkelola dengan baik. Termasuk dalam hal promosi.

“Jika dikelola dengan baik, sebenarnya banyak tradisi di Jepara yang bisa dijual karena berpotensi mendatangkan wisatawan,” tegas dia.

Agus menyatakan jika pihaknya sudah menyampaikan hal itu ke desa-desa pemiliki tradisi khas tersebut. Tapi pihaknya tak bisa memaksa lantaran itu menjadi hak masing-masing desa. Pihaknya sebatas memberikan pembinaan dan memfasilitasi. (oby)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar