Home > JATENG RAYA > Tercatat Sebagai Anggota Golkar, Orang Ini Dicoret dari PPS

Tercatat Sebagai Anggota Golkar, Orang Ini Dicoret dari PPS

Komisioner Panwascam Mertoyudan saat meminta klarifikasi anggota PPS terpilih yang merupakan mantan Caleg 2014, Sihono. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

 

MAGELANG – Ketahuan pernah mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (caleg), nama Sihono direkomendasikan untuk dicoret dari daftar anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) terpilih, Desa Bulurejo. Sihono tercatat sebagai anggota partai politik dan tercantum dalam daftar caleg Partai Golkar pada Pemilu 2014.

Pemberi rekomendasi adalah Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Rekomendasi nomor 0005/BAWASLU-PROV.JT-16-10/PW.04/XI/2017 ini dikeluarkan berdasarkan temuan Panwascam Mertoyudan pada Rabu tanggal 15 November 2017.

Ketua Panwascam Mertoyudan Fatkhul Mujib, Jumat (17/11) mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Kemudian memeriksa saksi-saksi, melakukan kajian dan mmbuat berita acara klarifikasi. “Saudara Sihono juga sudah mengakui bahwa dirinya caleg Golkar 2014,” kata Fatkhul Mujib.

Temudan tersebut bermula dari laporan masyarakat atas seorang anggota PPS yang diduga mantan caleg. Namun setelah dilakukan penelusuran dan pengecekan di lapangan, Panwascam Mertoyudan tidak menemukan nama tersebut. Mujib mengatakan pihaknya justru menemukan nama Sihono yang diduga merupakan mantan caleg.

Bersama komisioner lain Bagyo Harsono dan Anisah Sobiroh, Mujib lalu menelusuri nama Sihono pada daftar nama caleg 2014, lalu melakukan konfirmasi ke PPK dan masyarakat. Panwascam Mertoyudan juga menjalin kerja sama dengan Panwaskab Magelang dan Panwascam lain untuk melakukan penelusuran nama Sihono.

Hasilnya, nama Sihono ditemukan dalam daftar nama Caleg Partai Golkar tahun 2014 dapil V meliputi Tegalrejo, Pakis, Sawangan, dan Candimulyo. Sihono menudian diminta untuk memberikan klarifikasi.

Sihono mengakui dirinya adalah mantan caleg dan hingga kini masih berstatus anggota Partai Golkar, kendati sudah tidak aktif lagi.

Setelah klarifikasi, Panwascam Mertoyudan pihaknya membuat berita acara untuk direkomendasikan ke PPK Mertoyudan agar diteruskan ke KPU dan laporan ke Panwaskab. Ketua Panwaskab Magelang MH Habib Shaleh mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah Panwascam Mertoyudan dalam menuntaskan kasus ini.

Panwaskab juga memberikan fasilitasi dan dukungan dalam pembuatan kajian, laporan dan rekomendasi ke PPK Mertoyudan. “Sesuai arahan Bawaslu Provinsi Jateng pihak yang memberikan rekomendasi adalah pihak yang menemukan dan melakukan klarifikasi yakni Panwascam Mertoyudan. Namun kami tetap melakukan supervisi dan pendampingan,” kata Habib.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang terkait temuan dan rekomendasi kepada PPS mantan caleg ini. Diharapkan KPU Kabupaten Magelang segera menindaklanjuti rekomendasi ini sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaskab Magelang Fauzan Rofiqun menegaskan penerimaan PPS dari unsur parpol termasuk pelanggaran administrasi sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Undang-Undang itu tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 tahun 2017 serta Keputusan KPU Jateng nomer 16/PP.02.3-KPT/33/Prov/2017.

Berdasar dokumen yang dimiliki Panwaskab, Sihono menandatangani surat pernyataan tidak menjadi anggota partai politik sesuai formulir model F3-KWK.KP saat mendaftar sebagai anggota PPS. Ia juga sempat mendaftar sebagai anggota Panwaskab Magelang namun tidak lolos. (MJ-24)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar