Home > KRIMINAL & HUKUM > Mantan Kadin ESDM Rembang Inginkan Salim Dijerat Atas Kasus Proyek PPID

Mantan Kadin ESDM Rembang Inginkan Salim Dijerat Atas Kasus Proyek PPID


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Agus Supriyanto, mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang (foto: Metro)
Agus Supriyanto, mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang (foto: Metro)

SEMARANG — Agus Supriyanto, mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang, merasa perlu membeberkan keterlibatan Bupati Rembang, Moh Salim, dalam kasus yang menjeratnya pada nota pembelaan atau pledoi di sidang berikutnya, yakni dugaan korupsi proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) 2011 senilai Rp 1,52 miliar.

“Salim adalah inisiator proyek itu. Penentuan lokasi dan perencanaan proyek diinisiatori bupati,” kata Agus kepada wartawan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (2/9/2014).

Diketahui proyek yang kerjakan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang tumpang tindih. Yakni bersamaan dengan proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang senilai Rp 4,5 miliar yang dibiayai DPU Provinsi Jateng.

Lokasi dua proyek tersebut berada di daerah yang sama, di jalan antara Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, sampai dengan Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, sepanjang sekitar 6,9 kilometer. Tidak hanya itu, waktu pengerjaan proyek pun juga bersamaan.

“Proyek PPID dikerjakan pada Oktober sampai Desember. Di bulan Desember, Dinas PU juga mengerjakan,” tuturnya.

Menurutnya, Bupati Moh Salim sendiri yang memerintah dirinya untuk membatu proyek PPID. Untuk penggarapan dilakukan oleh Budi Harsono, konsultan perencanaan. “Saya dipanggil dan diperintah untuk membantu dalam proyek,” paparnya.

Agus juga memaparkan bahwa Proyek pembuatan jalan tersebut sebagai jalan menuju pertambangan CV Amir Hajar Kilsi, milik Moh Salim. “Keterlibatannya (Bupati) sangat besar. Nanti lah saya ceritakan di pledoi minggu depan,” ungkapnya.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Rembang, Renanda Bagus, menuntut Agus dengan pidana tiga tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan. (MJ-09)

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar