Home > JATENG RAYA > Manisan Segidelapan, Simbol Keberuntungan Khas Imlek

Manisan Segidelapan, Simbol Keberuntungan Khas Imlek

Hengki menunjukkan manisan segi delapan yang di jualnya di pasar semawis

SEMARANG – Hari terakhir Pasar Semawis Imlek, manisan segi delapan laris diburu. Namun Hengki, salah seorang pedagang manisan segi delapan mengaku omzetnya justru sedikit menurun dibanding tahun lalu. 

“Turunnya sekitar 20 persenan tapi masih tetap laku juga walau tidak seramai tahun lalu,” ungkapnya pada metrosemarang.com, Kamis (26/1).

Menurutnya penurunan omzetnya karena cuaca, mengingat sejak Pasar Semawis dibuka pada 24 Januari lalu hujan cukup sering mengguyur Semarang. Manisan segi delapan yang Hengki jual dihargai 45 ribu dengan delapan jenis buah. Menurutnya manisan ini hanya ada setahun sekali saat imlek. Bentuk segi delapan yang akhirnya menjadi nama manisan pun ternyata memiliki arti.

“Angka delapan bagi orang Cina itu kan angka keberuntungan, harapannya agar tahun ini penuh keberuntungan,” imbuhnya.

Buah dalam manisan segi delapan yang dijualnya yaitu buah cermai atau lie merah dan lie kuning, plum, zaitun, nanas jeruk, ceri, arbutus, dan apricot. Hengki yang telah berjualan manisan segi delapan selama sepuluh tahun ini mengaku selalu membuka stand di Pasar Semawis Imlek. Selain manisan ia juga menjajakan kue keranjang dan buah kering serta aneka camilan khas imlek. (vit)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar