Home > POLITIK > Mangkir Debat Terbuka, Ganjar Dituding Tidak Siap

Mangkir Debat Terbuka, Ganjar Dituding Tidak Siap

image
Rencana debat terbuka Ganjar vs Dewan batal digelar karena Gubernur memilih hadir di Paripurna. Foto Metrojateng

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak mendatangi debat terbuka yang difasilitasi oleh para wartawan peliput Gubernuran-DPRD. Ketidakhadiran tersebut memunculkan banyak spekulasi seperti Ganjar takut ditelanjangi para dewan, hingga spekulasi Ganjar memang masih memimpin Jateng dengan wacana.

Pengamat Politik Undip yang direncanakan menengahi debat Budi Setyono mengatakan, ketidakhadiran Ganjar dalam debat bisa dikarenakan tidak siap. Namun yang disayangkan kenapa harus ada dialog dengan tema sama di sore harinya, padahal rencana debat wartawan dilakukan sebelum rencana dialog. “Perlu diklarifikasi itu,” ungkap Budi, Senin (1/9/2014).

Secara etik, kata Budi, ketidakhadiran Ganjar perlu dipertanyakan. Selain tidak menghargai wartawan, Ganjar jutsru terlihat menyepelekan padahal ia yang pertama kali meminta debat diselenggarakan. “Pihak yang debat (para dewan) datang, dia tidak datang. Itu seperti kurang gentel,” tegas Budi.

Sementara, wakil panitia penyelenggara Insetyonoto mengatakan, Ganjar sangat kekanakan. Selain takut ditelanjangi oleh dewan, Ganjar juga tidak konsisten dengan pernyataanya yang menggebu saat dikatakan sebagai Gubernur wacana.

“Pukul 10.00 dijadwalkan, 11.45 sidang paripurna padahal baru dimulai. Sementara dia punya waktu longgar. Dia aja tadi lewat cuma lewat aja kok,” ujar wartawan senior tersebut.

Sementara, Ganjar beralasan tidak bisa datang ke debat lantaran menghadiri sidang paripurna di DPRD lebih penting. Bahkan ia mengajak agar debat efektif pukul 15.00 dengan rancangan dialog di Studio Mini Pemprov Jateng. “Kalau saya datang saya salah. Kan ada paripurna, tugas saya di sini,” ungkap Ganjar.

Kata-kata Ganjar tersebut dinilai Ketua Panitia Penyelenggara Budi Isdianto hanya sebagai alasan yang tidak logis. “Dulu dia maksa APBD perubahan dipercepat, pas digedok tidak datang dan milih ke LP Kedungpane. Sekarang cuma pengesahan dua raperda malah alasan datang. Padahal ada waktu dua jam. Urusan dialog, itu bukan urusan saya,” tandas Budiono. (MJ-11)

Ini Menarik!

Dini Purwono: Jika Partai Memaksa, Saya Keluar dari Partai

Share this on WhatsApp SEMARANG – Sejumlah tokoh nasional memuji integritas para bakal calon legislatif …

Silakan Berkomentar