Beranda AGENDA JATENG Malam Tahun Baru, Ada Pasar Seni di Hotel Atria

Malam Tahun Baru, Ada Pasar Seni di Hotel Atria

20
0
BERBAGI
Jajaran Hotel Atria dan petinggi Komunitas Lima Gunung, Riyadi saat memberikan keterangan dalam jumpa pers di hotel setempat. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

MAGELANG – Ada yang menarik di Hotel Atria Kota Magelang pada malam pergantian tahun baru 2018 mendatang. Hotel yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman ini akan menggelar Pasar Seni dengan menampilkan puluhan seniman dari Komunitas Lima Gunung.

“Kami akan tampilkan sesuatu yang lain daripada biasanya. Kali ini menampilkan kesenian tradisional dari lima gunung, seperti gunung Merapi, Merbabu, Menoreh, Andong dan Sumbing,” kata Dede, Food and Beverage Manager Hotel Atria Magelang saat konferensi pers. Acara digelar dengan kemasan bertajuk “Pasar Seni Atria”.

Dipilihnya kesenian tradisional sekaligus untuk melestarikan budaya Jawa. Musik cokekan akan mengiringi para tamu yang sedang menikmati makan malam. Hotel ini juga akan menyajikan 99 menu tradisional. Antara lain mangut, senerek, kupat tahu dan masih banyak lagi.

Selain kesenian dari Komunitas Lima Gunung, akan dihadirkan pula pentas musik dari  grup Jodhokemil yang sangat kental nuansa tradisionalnya. “Kami juga akan suguhkan aneka jenis permainan zaman dulu. Kami berharap dresscode juga tradisional,” ujar Dede.

Petinggi Komunitas Lima Gunung (KLG) Magelang, Riyadi menambahkan, untuk pertama kalinya KLG akan tampil di hotel berbintang. “Kami bersedia pentas di sini karena pertemanan yang sudah sangat baik dengan pak Candra (GM Hotel Atria,” katanya memberi alasan.

Selama ini, KLG selalu pentas secara bergiliran di lereng-lereng lima gunung yang masuk dalam komunitas. “Kita akan tampil pada malam pergantian malam tahun baru 2018, Minggu (31/12),” katanya.

Ada empat jenis tarian yang bisa dinikmati para pengunjung. Pada pembukaan, akan ditampilkan tari Geculan oleh anak-anak usia sekolah dasar. Mereka akan berdandan warok. Kemudian disusul tari khas Magelang, Soreng. Dilanjutkan dengan Kipas Mega. Tarian ini menceritakan seputar perempuan yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Sebagai penutup, akan ditampilkan tari Kuda Lumping oleh seniman lereng Gunung Andong.

Riyadi mengatakan, tampilan mereka tidak akan kalah menarik seperti saat tampil di luar ruangan.

Director of Sales Hotel Atria, Nike Ariesta mengatakan, diusungnya konsep Pasar Seni ini, menjadi daya tarik sendiri bagi para tamu. Pihaknya pun membidik tamu dari luar kota, utamanya warga Magelang yang pada liburan tahun baru nanti pulang kampung ke Magelang selain juga tamu umum.

Ia yakin pasar seni ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati malam tahun barunya dengan nuansa yang berbeda.”Kami berharap tamu yang datang akan pulang membawa kenangan indah,” kata Nike. (MJ-24)