Lumpuhkan Penjahat Tanpa Senjata, Polisi Kendal Dilatih Freestyle

Anggota Polres Kendal mempraktikkan seni beladiri freestyle. Foto Metrojateng
Anggota Polres Kendal mempraktikkan seni beladiri freestyle. Foto Metrojateng

KENDAL – Anggota Polres Kendal? diajarkan seni beladiri tanpa senjata untuk melakukan pengamanan dan penanganan kasus? dengan melumpuhkan lawan tanpa senjata. ?Beladiri freestyle yang mulai dikembangkan jajaran Polres Kendal? untuk mengurangi kejadian peluru nyasar dan salah sasaran saat melumpuhkan penjahat. Tanpa menggunakan senjata polisi diajarkan menangkap penjahat dengan bekal bela diri jika mendapatkan perlawanan.

Beladiri freestyle merupakan gabungan? dari tiga cabang beladiri, judo, taekwondo dan jiu jitsu. Bukan hanya anggota Reskrim yang berhadapan dengan pelaku kejahatan, anggota dari satuan lain seperti Sabhara dan lalu lintas juga diajarkan seni bela diri ini. Dalam praktiknya, seni bela diri ini mampu melumpuhkan pelaku kriminal dan kerusuhan yang mengancam dengan senjata tajam, tanpa melukai dan bisa menangkap pelaku kejahatan dengan gesit.

Pelatih beladiri freestyle Polres Kendal, Iptu ?Ali Musofa menjelaskan dalam mempraktikkannya jajaran Polres Kendal tetap mengedepankan hak asasi manusia. ?Sehingga jika tidak terpaksa? tidak akan melukai lawan. Teknik-teknik yang diajarkan juga melatih kemampuan refleks dan berfikir cepat dalam menghadapi segala sesuatu,? jelasnya.

Latihan ini dilakukan anggota Polres Kendal sebulan tiga kali selama dua jam. Anggota dilatih sesuai dengan tingkatannya. Semakin tinggi tingkatan maka akan semakin beragam pola latihannya.

Sedangkan anggota yang mengikuti latihan beladiri freestyle 115 anggota yang terdiri dari berbagai satuan termasuk Reskrim dan Sabhara yang menjadi ujung tombak penanganan kasus dan kerusuhan. (MJ-01)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

32 + = 42

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.