Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Luar Biasa! SMKN 2 Purwodadi Ciptakan Becak Kota (Bekot) Berbahan Bakar Gas

Luar Biasa! SMKN 2 Purwodadi Ciptakan Becak Kota (Bekot) Berbahan Bakar Gas

Salah seorang siswa SMKN 2 Purwodadi sedang mengendarai Bekot (Becak Kota) (foto: Metro)
Salah seorang siswa SMKN 2 Purwodadi sedang mengendarai Bekot (Becak Kota) (foto: Metro)

Di tengah gonjang-ganjing isu akan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali menghasilkan karya-karya bermanfaat. Para siswa dan guru SMKN 2 Purwodadi berhasil menciptakan motor mesin berbahan bakar gas. Motor mesin tersebut kemudian dipasang di becak kota (Bekot) yang juga hasil ciptaan tim dari jurusan otomotif SMKN 2 Purwodadi.

Kepala Program Studi (Prodi) Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN  2 Purwodadi, Endarto  mengatakan, penemuan motor mesin berbahan bakar gas ini merupakan kelanjutan karya siswa untuk membentuk bekot yang masih menggunakan bahan bakar premium. Setelah dilakukan modifikasi dan penyempurnaan, tim kemudian merubah bekot berbahan bakar premium menjadi bahan gas elpiji. Mengingat ada wacana tentang rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Dengan menggunakan bahan bakar gas, bekot kami jadi lebih irit dua kali lipat jika dibandingkan dengan berbahan bakar premium. Fungsi dan cara pengaturanya sama. Bahkan penemuan kami yang baru ini bisa mengurangi polusi dan aman digunakan oleh masyarakat. Selain itu, temuan kami ini juga bisa menjadi solusi jika memang harga BBM naik,” kata Endarto usai mencoba bekot gas tersebut bersama Kepala SMKN 2 Purwodadi, Agus Triyanto.

Dijelaskannya, untuk menciptakan motor berbahan bakar gas ini, dia membutuhkan beberapa komponen seperti converter kit, guna merubah sistim saluran bahan bakar yang masuk ke mesin. Perubahan bahan bakar tersebut, menggunakan teknologi vacuum valve dan regulator high pressure serta low pressure yang sudah dipatenkan di Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (HAKI) di Jakarta.

“Ketika pedal gas diinjak, throttle valve pada conventer kit membuka. Bahan bakar gas yang ada di dalam tabung pun mengalir menuju vacuum valve yang kemudian diteruskan menuju dua jalur, yakni intake manifold dan karburator. Hasil penghitungan kami, gas elpiji ukuran 3 kilogram dapat digunakan untuk menempuh jarak minimal 80 kilometer,” klaimnya.

Diungkapkannya, karya tersebut merupakan ciptaan dari enam siswa dan dua guru otomotif. Bekot Gas sengaja diciptakan untuk menyikapi kondisi saat ini, di mana banyak ditemukan di jalanan becak motor hasil modifikasi, tetapi tidak sesuai standar kelayakan. Bekot Gas ini dilengkapi dengan gas dan rem kaki, sehingga lebih aman.

“Untuk pengendalian kendaraan, bekot gas menggunakan stir mobil. Tak hanya, itu, bekot gas juga didesain dengan menggunakan per skok untuk kenyaman serta keamanan. Kami masih terus mengembangkan temuan ini. Inovasi ini juga bisa mengatasi permasalahan yang timbul akibat mahalnya harga BBM,” tandasnya.

Kendati demikian, masih ada sedikit kendala di mana saat peralihan dari bahan bakar bensin ke gas, sedikit membutuhkan waktu untuk menyesuaikan. Karena saat mesin pembakaran masih basah oleh bensin, butuh waktu kurang lebih 10 menit untuk kering dan gas baru bisa bekerja.

“Ada sedikit kendala saat converse dari bahan bakar bensin berpindah ke gas, membutuhkan waktu sebentar untuk mengeringkan mesin pembakaran. Sementara jika sebaliknya dari bahan gas beralih ke bensin lancar tidak ada masalah”. (MJ-04)

 

Ini Menarik!

Pembangunan Tempat Relokasi Tahap II di MAJT Minus 4%

Share this on WhatsApp    SEMARANG – Pembangunan tempat relokasi tahap II untuk pedagang Pasar …

Silakan Berkomentar