Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG Longsor Kalialang, 4 Rumah Rusak

Longsor Kalialang, 4 Rumah Rusak

44
0
BERBAGI
Warga bergotongroyong memunguti barang yang tertimpa longsoran, Senin (19/2). (foto: metrosemarang.com/Efendi)

 

SEMARANG – Empat rumah di di RT 1 RW 7, Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, rusak pada bagian depan karena longsor, Minggu (18/2) siang. Rumah Rumini (33), hilang bagian terasnya, terbawa longsor. Longsor itu menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Sabtu (17/2) malam.

“Awalnya ada suara ‘kretek-kretek’ gitu. Terus langsung melorot tanahnya. Melorotnya kemarin siang sekitar jam 12.00. Untung hanya depan, tidak sampai dalam rumah,” katanya, Senin (19/2). Meski bagian dalam rumah tak ikut longsor, namun ada keretakan di beberapa titik.

Tak hanya itu, tempat penyimpanan barang rongsok tak jauh dari rumah Rumini juga tertimbun longsoran tanah. “Yang ketimbun di depan itu tempat rongsok milik saya,” ujar Rumini. Ia dan keluarganya kini harus mengungsi ke rumah tetangga setiap hujan datang. Rumini khawatir akan terjadi longsor lanjutan.

Kerusakan akibat longsor di Kampung Kalialang. (foto: metrosemarang.com/Efendi)

Meinarni (49) mengatakan teras rumahnya sudah dua kali longsor. Longsor pertama terjadi pada Februari 2017 lalu. “Ini rumahnya sudah dimundurkan. Dulu mepet banget sama yang longsor,” ujar Meinarni.

Untuk menghindari terjadi longsor kembali, dibuat talud di depan rumahnya. Talud dibuat dari tatanan bambu di depan rumahnya. Di bagian bawah terdapat tumpukan bambu yang ditata sebagai penyangga dan juga sebagai talut untuk menahan tanah agar tidak melorot.

“Suami saya yang membuat. Dia cari bambu sendiri. Kalau tidak ada bambu-bambu ini mungkin sekarang rumahnya sudah roboh,” kata Meinarni.

Warga sekitar membantu korban longsor menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Semantara para korban berharap mendapatkan bantuan untuk mengurangi beban mereka memperbaiki rumah, agar bisa dihuni kembali.

“Saya orang tidak punya. Kami minta bantuan dari pemerintah. Minta solusinya bagaimana, mbok ya diperhatikan sedikit saja gitu,” pungkas Meinarni. (fen)