Lika-liku Suratno Pompa Gairah Siswa SMPN 17 Geluti Karikartur

Suratno menunjukkan karikaturnya. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

 

SENIN (26/2), aktivitas sejumlah siswa SMPN 17 Semarang lain dari biasanya. Ketika jam istirahat berlangsung, mereka memilih menghabiskan waktu di ruang perpustakaan.

Suratno, seorang guru berulang kali mengamati kegiatan muridnya yang sibuk menggambar karikartur. Menurutnya ini menjadi kegiatan favorit para muridnya untuk melepas penat setelah berjam-jam mengikuti proses belajar di ruang kelas.

“Minat mereka tumbuh sejak 2017 ketika tahu saya menjadi juara kontes karikartur di Serbia. Allhamdullilah saya bisa memompa semagat mereka untuk menggeluti seni karikartur secara kontinyu,” aku bapak satu anak ini.

Ia mengatakan saat ini ada ratusan muridnya yang tertarik pada seni karikartur. Bahkan, terdapat 170 muridnya yang ikut kontes tingkat internasional.

Untuk tahun ini jumlahnya akan ditingkatkan lagi. “Tanggal 16 Februari kemarin, 17 karya anak didik kami ternyata diapresiasi oleh Pemerintah Argentina. Mereka tertarik karena melihat banyaknya murid SMP 17 yang ikut kontes di Romania. Maka, sebagai gantinya, karikartur milik murid kami dijadikan sampul undangan dan dipajang di Gedung Museo de Hor Grafico Diogenes Taborda di Buenos Aires,” bebernya.

Berbagai karya muridnya juga dipromosikan sampai ke pameran Lawangsewu dan Gereja Blenduk.

Murid-murid Suratno berlatih membuat kariaktur. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

Agar kualitasnya terus meningkat, dirinya berusaha mengasah kemampuan muridnya dalam sesi ekstrakulikuler saban Rabu. Tahun ini, pihaknya menargetkan mampu mengirimkan lebih banyak lagi karikartur untuk diikutsertakan di kontes bertema bebas di China.

“Saya sudah minta murid-murid di sini untuk mengirimkan 400 karya biar bisa menembus putaran final sekaligus memecahkan rekor pembuatan karikartur terbanyak di dunia. Apalagi kan sekarang persaingannya semakin ketat. Kompetitor kita berasal dari Rusia, Cina, Turki dan Iran,” ungkapnya.

Pria yang tinggal di Jalan Medoho Asri Nomor 11 C Gayamsari ini menganggap kreativitas muridnya patut diacungi jempol karena mampu mewarnai di konten karikartur tingkat internasional. Ia mengaku punya keunggulan pada sesi budaya yang sangat beragam dan mempengaruhi keunikan karya anak didiknya.

“Pada 2017 kita meraih penghargaan di 10 kejuaraan tingkat internasional dan belasan sertifikat. Saya dapat sembilan kali penghargaan sedangkan siswi SMPN 17 atas nama Rahma Sekar dapat satu kali,” kata guru seni budaya tersebut.

Kecintaannya menggoreskan gambar-gambar karikartur bermula sejak 1982 silam. Kala itu, karyanya banyak dimuat di berbagai surat kabar. Namun, ia sempat berhenti karena sibuk mengajar dan banting setir jadi pelukis sampai fotografer weeding selama 10 tahun.

Pertemuannya dengan Jitet, seorang karikarturis lokal akhirnya kembali menumbuhkan motivasinya berkecimpung kembali di bidang tersebut.

“Di tahun 2016 ketemu Jitet lalu diminta mengajari anak-anak ikut kontes kartun. Mula-mula saya tidak ikut lomba, tapi karena ingin membuktikan ke murid-murid, maka setahun kemudian saya ikut dan menang pada kontes di Serbia dan Republik Ceko,” ujarnya.

Sebuah strategi ia bagikan kepada murid-muridnya agar menang lomba. Setiap karikartur yang dikirim harus dikaitkan dengan isu-isu sensitif soal lingkungan, perdamaian dan kemanusiaan. “Misal temanya tarian tango, saya kemudian buat pohon yang menari. Itu yang bikin kita unggul ketimbang negara lainnya. Indonesia menang ide kemanusiaan,”.

Suratno menuturkan kini telah mendapat pundi-pundi penghasilan tambahan dari hasil memenangi kontes karikartur. Hadiah yang ia peroleh bervariasi mulai 500 Dollar sampai 1.000 Dollar tergantung kategori yang ia ikuti.

SMP 17 punya 850 murid dan mayoritasnya ditarget ikut kontes ke Cina. “Saingan kita para ilustrator. Ini program nekat karena anak SMP diikutkan lawan para karikartur profesional dari kalangan mahasiswa dan pemilik media. Kami berharap sekolahan ini kelak mampu mencetak karikarturis berkualitas terbaik,” tandasnya. (Fariz Fardianto)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

56 − 55 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.