Lahan Belum Beres, Proyek Jalan Lingkar Semarang Butuh Waktu Empat Tahun

SEMARANG – Harapan masyarakat untuk segera dibangun Semarang Outer Ring Road (SORR) atau jalan lingkar luar Semarang guna mengatasi masalah kemacetan dipastikan tidak akan terwujud pada tahun ini. Rencana tersebut terkendala pembebasan lahan.

Penandatanganan MoU Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal terkait pembangunan jalan lingkar pada Juni 2017. Pembangunan SORR masih terkendala lahan. Foto: dok metrosemarang.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan, rencana pembangunan SORR tersebut membutuhkan biaya yang cukup mahal untuk pembebasan lahan. Diperkirakan butuh waktu tidak hanya cukup satu tahun untuk pengalokasian anggaran pembebasan lahan.

‘’Proyek SORR tidak cukup diselesaikan dalam satu tahun. Karena untuk pembebasan lahannya saja cukup mahal, mencapai sekitar Rp 300 miliar. Sehingga diperkirakan butuh waktu sekitar 3-4 tahun untuk menyelesaikannya,’’ kata Plt Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto, Senin (9/7).

Namun menurutnya, Pemkot Semarang tetap berkomitmen untuk segera menyelesaikan rencana pembangunan SORR. Karena jalan tersebut nantinya bisa mengurai kemacetan di Kota Semarang.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Saelan menambahkan, saat ini proyek SORR masih tahap proses pembebasan lahan dan baru terlaksana sekitar 10 persen. ‘’Belum apa-apa, tapi (pembebasan lahan) sebagian sudah dibayarkan,’’ katanya.

Saat ini lahan yang sudah dibebaskan dan dilakukan pembayaran adalah untuk proyek SORR lingkar selatan. Yakni di daerah Kelurahan Wates yang merupakan bagian ruas jalur lingkar selatan Mangkang hingga Mijen.

Seperti diketahui, Pemkot Semarang berencana membangun SORR lingkar utara dan selatan. Untuk lingkar utara yaitu dibangun dari Jalan Arteri Yos Sudarso hingga Mangkang. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

83 + = 89

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.