Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Laba Usaha PD BPR BKK Kota Magelang Naik Enam Kali Lipat

Laba Usaha PD BPR BKK Kota Magelang Naik Enam Kali Lipat

Sekda Kota Magelang, Sugiharto saat berkunjung ke BPR BKK setempat, Kamis (9/2). Ia mengapresiasi kinerja BPR BKK yang berhasil meningkatkan laba.(foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Drs Sugiharto mengapresiasi kinerja  PD BPR BKK Kota Magelang, yang berhasil meningkatkan laba perusahaan secara drastis. Tahun 2015 perusahaan daerah milik Pemprov Jateng dan pemkot Magelang ini, laba usahanya  hanya Rp 95,5 juta. Sedangkan pada tahun 2016 meningkat siginifikan yakni sebesar Rp 578,8 juta.

    Menurut Sugiharto, peningkatan laba secara signifikan itu sangat membantu perolehan  pendapatan asli daerah Kota Magelang.

    “Saya minta semua tetap bekerja keras untuk membesarkan perusahan, karena persaingan dengan bank-bank yang sudah semakin ketat,” katanya saat mengunjungi PD BPR BKK Kota Magelang, Kamis (9/2).

    Sugiharto dalam kunjungannya yang didampingi Asisten 2 Sekda, Sumartono, Kabag Perekonomian Bambang Nuryanta, serta sejumlah dewan pengawas, menyampaikan pentingnya pengembangan perusahaan agar mampu bertahan dan punya daya saiang dengan lembaga keuangan lainnya.

    Ia minta agar perusda bisa melakukan penekanan dan pengendalian biaya yang tidak terkait dengan kegiatan operasional. Selain itu bisa meningkatkan kegiatan pemasaran, agar makin dikenal kalangan yang lebih luas.

    Sugiharto juga minta agar BPR BKK untuk bisa menghimpun dana dri masyarakat sebanyak-banyaknya. “Yang tak kalah penting lakukan evaluasi  pencapaian target yang telah telah diraih. Ingat,  perusahaan maju pasti berdampak terhadap kesejahteraan karyawan,” tuturnya.

    Direktur PD BPR BKK Kota Magelang, Mustofa mengatakan, meningkatnya laba usaha perusahaan tak lepas dari keberhasilan menekan angka kredit macet atau NPL (non performance Loan) dari angka 15,02% ditahun 2015 menjadi 5,37% di tahun 2016.

    Ia menjelaskan, untuk meningkatkan pendapatan  pada tahun 2017 pihaknya  melakukan pemetaan sasaran dan wilayah untuk mempermudah melayani dan mengelola pelanggan, seperti pelaku UMKM, pedagang, dan nasabah umum.

     Pihaknya juga meluncurkan program “ATM” yaitu Angkat Telepon Moro” untuk jemput bola melayani pelanggan. (MJ-24)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar