Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Kurnia Sari Menilai Penonaktifan Dirinya Tidak Sah

Kurnia Sari Menilai Penonaktifan Dirinya Tidak Sah

Kurnia Sari Foto Metrojateng/dok
Kurnia Sari
Foto Metrojateng/dok

SOLO – Sekretaris DPC Gerindra Kurnia Sari langsung bereaksi terkait penonaktifan dirinya dari kepengurusan partai berlambang kepala burung Garuda. Dia menilai, surat penontaktifan tersebut illegal.

Menurut Nia, SK DPP yang menyebutkan dirinya sebagai Sekretaris DPC Gerindra dikeluarkan bulan Maret lalu masih sah. “Di Gerindra tidak mengenal istilah Ketua Plt,” tandasnya, saat dihubungi Metrojateng, Rabu (10/9).

“Dulu, sewaktu Mas Aris (mantan Ketua DPC terjerat kasus di Semarang-red), selama setahun DPC Gerindra Solo nggak ada Ketua Plt-nya. Kok, sekarang ada, terus Ketua DPC Gerindra Suprayitno per tanggal 1 September telah mengundurkan diri. Saya nilai surat penonaktifkan itu ilegal,” tegas Nia.

Sebelumnya, DPC Partai Gerindra Solo menonaktifkan Kurnia Sari dan Wakil Ketua Catur Wedo Susilo. Keduanya dinonaktifkan kepengurusan sejak 8 September dengan alasan indisipliner terhadap AD/ART partai.

Ketua Pelaksana Harian DPC Gerindra Solo, Sriyono mengatakan penonaktifkan keduanya berdasarkan surat nomor 046-09/DPC-Gerindra/SKA/Jateng/2014. “Saudara NR Kurnia Sari sebagai Sekretaris DPC Gerinda dan Catur Wedo Susilo dari Wakil Ketua DPC Partai Gerindra dinonaktifkan sementara mulai dari tanggal 8 September hingga batas waktu adanya surat jawaban dari DPD dan DPP. Mereka telah melakukan indisipliner terhadap partai,” kata Sriyono, yang mendapatkan mandat dari Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Suprayitno untuk menyampaikan soal penonaktifkan tersebut di Kantor DPC Partai Gerinda Solo, Rabu (10/9). (sus)

Ini Menarik!

Pencalonan Incumbent di Pilgub Jateng Diawasi Ketat

Share this on WhatsApp SEMARANG – Proses pencalonan incumbent yang kembali maju di bursa Pemilihan …

Silakan Berkomentar