Home > JATENG RAYA > Kurir Sabu Ditangkap di Semarang, Dikendalikan dari Lapas Pekalongan

Kurir Sabu Ditangkap di Semarang, Dikendalikan dari Lapas Pekalongan

Tersangka Dedi Kenia Setiawan (dua dari kanan) dan tersangka Cristian Jaya Kusuma (dua dari kiri) di BNNP Jawa Tengah. (foto: metrosemarang.com/Efendi)

 

SEMARANG – Seorang kurir sabu dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Ia bernama Dedi Kenia Setiawan (42), warga Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Dedi ditangkap di dekat lampu merah Jalan Setiabudi Semarang, tepatnya di pertigaan Patung Kuda Pangeran Diponegoro, Tembalang, Rabu (8/11) lalu.

Saat ditangkap, Dedi didapati membawa sabu sebanyak 800 gram yang disembunyikan di dalam dua pasang sandal perempuan. Selanjutnya Dedi dibawa ke kantor BNNP Jateng guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Kepala BNNP Jateng, Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, dalam penyelidikan yang dilakukan, didapati keterangan dari tersangka bahwa ia dikendalikan oleh salah seorang penghuni Lapas Karang Intan, Banjarbaru, Kalimantan melalui aplikasi BBM dengan nama akun Antara Ada Dan Tiada.

“Dari pengakuan tersangka (Dedi –red), pemilik akun tersebut penghuni Lapas Karang Intan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan bernama Suriani Effendy,” ujar Tri Agus, Jumat (17/11).

Tim BNNP Jateng kemudian berkoordinasi dengan BNNP Kalimantan Selatan untuk mengamankan Suriani. Setelah diamankan, petugas BNNP Jateng pada Kamis (9/11) berangkat menuju Kalimantan Selatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap Suriani Effendy. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Suriani bukanlah akun kontak bernama Antara Ada Dan Tiada.

“Kemudian dari hasil pemeriksaan tersebut didapati identitas pemilik akun tersebut, namanya Cristian Jaya Kusuma alias Sancai. Dia narapidana di Lapas Pekalongan. Kemudian kami langsung berkoordinasi dengan Kepala Kanwil Kemenkumham untuk mengamankan Cristian pada 10 November kemarin,” beber Tri Agus.

Cristian pun diamankan beserta barang bukti berupa handphone. Selanjutnya tersangka dibawa ke kantor BNNP Jateng untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Saat diamankan, Cristian sedang menjalani hukuman atas kasus yang sama. Sebelumnya ia ditangani oleh Polda Kalimantan Selatan pada tahun 2014 dan sedang menjalani masa hukuman penjara tujuh tahun.

Cristian yang berperan sebagai pengendali ini, pertama ditahan di Lapas Karang Intan, kemudian dipindah ke Lapas Kedungpane, Semarang, dan dipindah lagi ke Lapas Narkotika Nusakambangan. Hingga akhirnya dipindah di Lapas Pekalongan.

Sementara, Dedi merupakan residivis kasus pembunuhan yang sudah menjalani hukuman 22 tahun. Ia juga terjerat kasus peredaran narkotika dengan hukuman 1 tahun penjara. Dedi baru merasakan udara segar pada Agustus 2017 lalu.

Kini kedua tersangka dijerat dengna Pasal 114 (2) sub 112 (2) sub 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (fen)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar