Home > HEADLINE > Kuda Lumping dan Topeng Ireng Meriahkan Perayaan Cap Go Meh di Magelang

Kuda Lumping dan Topeng Ireng Meriahkan Perayaan Cap Go Meh di Magelang

Salah satu peserta kirab Cap Go Meh 2017 di jalanPemuda, Sabtu (12/2) lalu. Tidak hanya kesenian tradisional saja yang tampil, namun juga seni tradisional lokal Magelang ikut memeriahkan pesta ini. (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Cap Go Meh atau perayaan hari ke 15 tahun baru Imlek, selalu dinanti-nanti tidak hanya oleh warga keturunan Tionghoa, namun juga kaum masyarakat Magelang pada umumnya. Sudah beberapa tahun ini, Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Klentheng Liok Hok Bio Kota Magelang, menyelenggarakan kirab Cap Gomeh. Yang selalu dinanti adalah penampilan Liong samsi dan Barongsay yang beraksi di sepanjang jalan pemuda atau Pecinan. 

    Dalam perayaan Cap Go Meh 2568/2017, Sabtu (11/2) lalu, tidak hanya seni tradisional China saja yang kirab, namun juga kesenian tradisional Jawa khususnya Magelang juga ikut menyemarakkan Cap Go Meh. Seperti jathilan, Reog, Topeng Ireng, Dayakan, Soreng, Kuda Lumping, taru penthul, Angklung dan lain sebagainya.

    Perayaan Cap Go Meh tahun ini dikemas dengan Kirab Budaya mengambil tema “Kita rajut Terus Kebhinekaan Untuk Memperkokoh NKRI”. Hanya saja ada yang berbeda, tahun ini perayaan Cap Go Meh tidak dimeriahkan dengan pesta kembang api.

    “Mengingat situasi dan kondisi yang belum memungkinkan, tahun ini pesta kembang api ditiadakan,” kata sesepuh TITD Klentheng Liok Hok Bio, Paul Candra Wesiaji.

    Kirab diikuti oleh sekitar 15 kelompok seni tradisional baik dari Kota Magelang maupun Kabupaten Magelang. 

    Meski sempat diguyur hujan namun tidak menyurutkan antusias peserta dan masyarakat untuk mengikuti acara ini hingga usai.

    Kirab budaya dimulai dari Kelenteng Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Liong Hok Bio di kawasan Alun-alun Kota Magelang lalu berkeliling ke arah Jalan Pemuda (Pecinan), Pasar Rejowinangun, Jalan Sriwijaya, Jalan Majapahit, Jalan Daha, dan berakhir di Kelenteng lagi. 

    Yang sangat ditunggu masyarakat adalah aksi Barongsay yang mengambil  angpao atau amplop merah yang berisi uang (Lay See). Biasanya, angpao di gantungkan di depan toko dengan menggunakan benang tali. Barongsay sambil beratraksi mengambil angpao tersebut. 

    Bagi kaum China, menyediakan angpao sama saja dengan bersedekah. bila angpao berhasil dimakan Barongsay, mereka yakin rejeki mereka tahun ini akan berlimpah.

    Sementara itu, ikut kirab mobil hias yang dinaiki oleh beberapa orang dengan kostum khas lima agama dan kepercayaan di Indonesia.

    Candra menambahkan,  kirab budaya sudah menjadi agenda rutin untuk merayakan Cap Go Meh atau 15 hari setelah tahun baru Imlek.(MJ-24)

    

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar