Home > JATENG RAYA > Kualat, Rampas Uang Panti Asuhan Babak Belur Dimassa

Kualat, Rampas Uang Panti Asuhan Babak Belur Dimassa

Jajaran Mapolres Kendal memeriksa Jamal, tersangka penjambretan uang panti asuhan. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL – Seorang jambret menjadi sasaran amuk warga setelah tertangkap tangan merampas tas di jalan Desa Tratemulyo Weleri, Kendal, Jumat (20/10) pagi. Ia berboncengan dengan temannya, terjatuh saat dikejar warga. Sementara, pengendara motor melarikan diri meninggalkan kawannya yang dihajar warga.

Ia yang dihajar warga bernama Jamal, lelaki berusia 32 tahun warga Dukuh  Juwero RT 3 RW 5 Desa Triharjo Kecamatan Gemuh Kendal. Luka lebam dan sobek terlihat di wajah Jamal saat ia diamankan polisi. Jamal dibawa ke Mapolres Kendal untuk menjalani pemeriksaan.

Tas yang dirampas adalah milik Rohaniyah, warga Desa  Parakan RT 4 RW 2 Kecamatan Rowosari. Tas tersebut ternyata berisi uang sebuah panti asuhan di Weleri. Jamal mengaku tergiur menjambret tas Rohaniyah, setelah melihatnya menggunakan sepeda berjalan sendirian di jalan sepi.

“Saya berboncengan dengan teman. Saya posisi di belakang yang mengambil tas. Dia (Rohaniyah –red) sedang naik sepeda dan saya ikuti. Saat berada di jalan sepi tas korban yang ada di depan sepeda  saya rampas,” jelas Jamal yang kini menjadi tersangka penjambretan.

Warga yang mendengar jeritan minta tolong korban, mengejar Jamal dan berhasil menangkapnya setelah terjatuh. Saat itulah Jamal dipukuli warga.

Kasat Resrkim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan modus yang dilakukan pelaku adalah membuntuti korban dan mengambil paksa tas miliknya yang ada di keranjang sepeda. “Tas berisi uang milik sebuah panti asuhan sejumlah Rp 4,8 juta berhasil kami amankan setelah pelaku tertangkap warga dan dihajar hingga babak belur,” kata kasat reskrim.

Ternyata, Jamal merupakan residivis kasus narkoba. Polisi masih mendalami kasus penjambretan ini dengan mengejar teman Jamal yang kabur. “Tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkas Aris. (MJ-01)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar