Beranda PILGUB JATENG 2018 KPU Tantang Sudirman Said Blak-blakan soal 3 Juta DPT Bermasalah

KPU Tantang Sudirman Said Blak-blakan soal 3 Juta DPT Bermasalah

1421
0

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menantang tim pemenangan pasangan calon (paslon) gubernur bernomor urut 2, Sudirman Said dan Ida Fauziyah untuk menguji validitas jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) mencapai lebih dari 3 juta. Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo berdalih telah memerintahkan semua anak buahnya di tingkat kabupaten/kota untuk menindaklanjuti temuan DPT bermasalah itu.

Joko Purnomo
Foto: fariz fardianto

“Kan sudah ditindaklanjuti. Ya Kamis besok kami akan bertemu dua kali dengan timses pasangan nomor 2 karena patut diduga DPT 3 juta sekian itu bermasalah. Dan juga ada ratusan ribu suara yang dianggap invalid,” ungkap Joko, Rabu (20/6).

Ia beralasan sebenarnya ada pemilih dengan tiga nama seperti Ani, Eni, Edi yang sesuai dengan akte kelahirannya. Selain itu, ada pula pemilih dengan nomor kartu keluarga diluar wilayah Jateng.

Contoh lainnya, katanya muncul nama Suparman di dua tempat. Joko mengungkapkan realitanya ada dua orang dengan nama yang sama. Hal itu kemudian dilakukan pemeliharaan dengan menandai khusus pada formulir pemilih sesuai perintah Mendagri Tjahjo Kumolo.

“Memang betul realitanya di wilayah seperti itu. Makanya, pas ketemu besok kita jelaskan dengan tim nomor urut 2,” tuturnya.

Diluar itu, ia tak menampik adanya DPT bermasalah di sejumlah daerah persis temuan timses Sudirman Said. Meski begitu, ia mengklaim belum merekapitulasi semua temuan itu.

“Ada beberapa DPT ganda itu memang betul. Tapi belum dikompilasi semua. Kami masih menunggu kerjaan dari rekan-rekan kabupaten/kota tuntas hingga 21 Juni. Setelah itu, tanggal 22  Juni mungkin sudah ada data kongkritnya,” imbuhnya.

Ia bilang adanya temuan lain berupa nomor NIK yang janggal pada tiga digit angka belakangnya muncul karena sistem pendataan komputer.

NIK yang janggal itu muncul ketika petugasnya mencoba formula baru untuk pendataan pemilih Pilgub.

“Kan pakai laptopnya banyak, kemudian dibuat formula. Memang ada perbedaan. Salah satunya ada kesalahan pencantuman. Itu sudah dikoordinasikan dengan petugas dan diperintahkan harus dikoreksi. Termasuk kesalahan KK, itu juga akan dijelaskan kepada tim nomor urut 2,” akunya. (far)