Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG Koridor VII Trans Semarang Resmi Diluncurkan

Koridor VII Trans Semarang Resmi Diluncurkan

80
0

SEMARANG – BRT Trans Semarang resmi menambah jumlah koridor baru yaitu koridor VII yang memiliki rute Terminal Terboyo-Jalan Pemuda yang peluncurannya dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Balai Kota, Selasa (15/5).

Peluncuran BRT Koridor VII di Balai kota Semarang, Selasa (15/5). Foto: masrukhin abduh

Dengan keberadaan koridor baru ini ditargetkan jumlah penumpang BRT akan naik menjadi 29.000 orang per hari. Dalam peluncuran yang ditandai dengan pemecahan Kendi berisi air ini juga disaksikan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan beberapa pihak terkait lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Mukhamad Khadik mengatakan, peluncuran koridor baru ini merupakan amanah dari RPJMD 2016-2021 yang total diamanahkan ada 12 koridor. Untuk koridor VIII juga direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2019 mendatang.

‘’Lima koridor sisanya yaitu koridor 9-12 direncanakan berupa koridor feeder, yang nanti menghubungkan kawasan permukiman menuju rute koridor yang sudah ada, nanti masyarakat keluar dari rumah di kawasan perumahannya sudah tersedia BRT feeder. Peluncuran koridor feeder ini juga sedang dipersiapkan,’’ ungkap Khadik.

Disebutkan, tahun 2018 ini ditargetkan untuk jumlah pengguna BRT meningkat sekira 10.140 ribu penumpang. Pihaknya optimistis, dengan asumsi adanya koridor VII akan meningkatkan jumlah penumpag dari sebelumnya 27.000 orang menjadi 29.000 orang, atau meningkat sekira 2.000 orang per hari.

‘’Kita mohon dukungan dari masyarakat, ayo meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan massal BRT Trans semarang. Supaya bisa mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya sehingga kemacetan bisa dieliminir,’’ kata Khadik.

Untuk armada sendiri, dia melanjutkan koridor VII ini ada 15 armada yang dioperasikan dengan satu di antaranya sebagai cadangan.

Wali Kota Hendrar Prihadi mengatakan, peluncuran BRT Trans Semarang koridor VII ini salah satu upaya untuk mengatasi persoalan kemacetan. Harapannya dengan tersedianya transportasi umum yang murah dan nyaman maka masyarakat mau beralih dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi menggunakan angkutan umum.

‘’Kita paksa masyarakat supaya tidak pakai kendaraan pribadi, caranya harus disediakan transportasi umum yang murah, nyaman, bisa mengakses kebutuhan masyarakat dari ujung timur ke barat, dari utara ke selatan, nah BRT ini solusinya,’’ tandasnya. (duh)