Beranda JATENG RAYA METRO SOLO Konsumsi Daging Anjing Tinggi, PKS Usulkan Raperda Jaminan Produk Halal di Solo

Konsumsi Daging Anjing Tinggi, PKS Usulkan Raperda Jaminan Produk Halal di Solo

85
0
BERBAGI
pks solo soal daging anjing
Ketua Fraksi PKS DPRD Solo, Sugeng Riyanto (tengah) bersama anggota fraksi PKS saat memberikan jumpa pers terkait raperda pengawasan dan jaminan produk halal, Senin (19/3). (foto: metrojateng.com/MJ-25)

 

SOLO – Tingginya tingkat konsumsi daging anjing di Kota Solo menjadi perhatian para anggota Dewan di Kota Solo. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Solo berencana mengusulkan rancangan peraturan daerah (raperda) terkait pengawasan dan jaminan produk halal di Kota Solo. Adanya raperda tersebut nantinya para pelaku usaha kuliner di Solo akan diberi label makanan dan minuman halal.

“Pengajuan raperda ini didasari fakta bahwa tingkat konsumsi daging anjing di Solo termasuk tinggi mencapai ribuan. Artinga kita menemukan ternyata di banyak tempat di Solo ternyata menjajakan makanan-makanan tersebut,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Solo, Sugeng Riyanto, Senin (19/3).

Sugeng mengaku sering mendapat banyak laporan dari masyarakat muslim yang tidak sengaja memakan daging ajing karena karena ketidaktahuan mereka. Selain itu, tidak adanya informasi dari pemilik rumah tentang halal atau tidak daging yang meraka jual, menambah tingkat konsumsi jadi meningkat.

“Tak ditunjukkan secara vulgar, maka banyak yang tertipu dan merasa dirugikan,” imbuhnya.

Ia menyampaikan raperda pengawasan dan jaminan produk halal di Kota Solo ini akan segera ditindak lanjuti. Menurut Sugeng, adanya Undang Undang yang mengatur tentang jaminan makanan halal yakni UU No. 33 Tahun 2014. Menambah keyakinan raperda tersebut bisa segera dibahas. Sugeng memperkirakan pertengahan tahun 2019 mendatang raperda tersebut bisa disyahkan.

Sementara itu, Quatly Alkatiri, anggota fraksi PKS DPRD Solo menambahkan, pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan fraksi-fraksi yang lain terkait rencana raperda tersebut. Menurutnya, raperda pengawasan dan jaminan halal akan menambah tingkat kepercayaan dari masyarakat, terlebih Solo dikenal dengan wisata kulinernya.

“ Sebenarnya raperda ini bukan pertama kali di Indonesia, di Batam dan Medan sudah ada. Tapi kalau di Jawa Tengah mungkin Solo yang baru pertama,” ujarnya.

Pada tahun 2017 lalu, LSM Dog Fried Surakarta mencatat setidaknya ada 1.200 anjing yabg dibunuh setiap harinya untuk dikonsumsi warga. Anjing-anjing tersebut berasal dari Jawa Barat dan Jawa Timur, sedikitnya terdapat 136 warung yang menjajakan makanan daging anjing fi seluruh kota Solo. (MJ-25)