Komplotan Perampok Emas 30 Kilogram Ditangkap di Jakarta

SEMARANG– Lima tersangka pencurian dengan kekerasan spesialis emas diringkus jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng. Mereka diringkus di Jakarta setelah menggasak emas sebanyak 30 kilogram di dua lokasi yakni Grobogan dan Slawi.

rampok emas
Gelar perkara perampok emas 30 kilogram di Mapolda Jateng, Rabu (6/6). (foto: metrojateng/Efendi)

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, komplotan ini berasal dari Sulawesi Utara. Terakhir mereka melancarkan aksinya pada bulan Febuari dan Mei 2018 kemarin. Kelimanya diringkus saat dalam pelarian di sebuah rumah kontrakan di Jakarta Timur pekan lalu.

 

Aksi kejahatan di Grobogan terjadi pada 14 Februari 2018 lalu. Komplotan ini awalnya menguntit karyawan PT Sinar Kencana Semarang yang merupakan distributor emas. Sesampainya di Jalan Raya Purwodadi-Kudus, tepatnya di Desa Klambu, Kecamatan Klambu , Grobogan para tersangka memempet mobil korban. Mereka menghentikan mobil korban seolah-olah menjadi debt collector yang hendak menagih uang di jalan.

 

“Korban awalnya ditodong dengan mengacungkan pistol. Kemudian diborgol dan dilakban kemudian di turunkan di pinggir jalan,” ujar Condro saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (6/6).

 

Pada aksi tersebut, para tersangka menggasak emas seberat 22 kilogram, uang tunai senilai Rp 220 juta serta dua buah handphone. Total kerugiannya mencapai Rp 2,8 Miliar.

 

Tak hanya itu, kejahatan serupa juga dilakukan oleh komplotan tersebut pada 24 Mei lalu. Kali ini mereka menggasak 8 kilogram emas milik Toko Emas Makmur yang hendak mendistribusikan emas ke toko-toko di daerah tegal. Dengan cara yang sama, mereka awalnya menguntit korban kemudian menghetikannya di Jalan Raya Guci Bukit Siwuni, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Selain emas komplotan ini juga membawa kabur uang senilai Rp 57 juta milik korban.

Condro juga mengatakan selain di dua lokasi tersebut, komlotan ini juga berkasi di 7 lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dari pengakuan tersangka mereka telah melancarkan aksinya sejak kurang lebih dua tahun lalu.

Para tersangka yang ditangkap ialah John Luter Piri (54) sebagai eksekutor, BE sebagai sopir, Santoso (38) sebagai informan yang memantau pergerakan distributor emas, serta Dedi (28) dan Agus Triana (34) yang berperan memborgol dan melakban korban.  Barang bukti yang diamankan yakni mobil Fortuner dan Kijang Grand Extra, senjata api merk Browning, uang Rp 230 juta, sisa perhiasan sekitar 10 kilogram.

 

“Memang yang bertugas sebagai informan ini dulunya pernah bekerja di toko emas, sehingga dia paham dengan jaringan-jaringan penjual emas. Kemudian saat ini juga masih ada dua tersangka yang masih dalam pengejaran, keduanya yakni ED dan KT,” imbuh Condro.

Untuk menghindari kejahatan serupa terulang kembali, Condro menghimbau bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dengan membawa sejumlah uang maupun barang berharga lain dengan nilai yang tinggi agar meminta bantuan pengawalan polisi. Pasalnya, mereka akan sangat rawan menjada incaran kejahatan.

 

“Untuk yang mau ngambil uang dengan nominal banyak, atau membawa barang seperti emas dengan jumlah yang tidak sedikit bisa untuk menghubungi polisi, nanti dibantu untuk pengawalan, dan itu gratis,” pungkas Condro. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

28 − 20 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.