Komplotan Penggelapan 21 Motor Dibekuk, Begini Modusnya

penggelapan sepeda motor pedurungan
Gelar perkara kasus penggelapan sepeda motor di Mapolsek Pedurungan, Rabu (7/3). (foto: metrosemarang.com/Efendi)

SEMARANG – Tiga tersangka penggelapan sepeda motor diringkus petugas Polsek Pedurungan, Semarang. Ketiganya yakni Muhajirin warga Gayaman, RT 02 RW 03, Kelurahan Mororejo, Kendal, Budi Handoyo (46) warga Jalan Dworowati III, RT 04 RW 09, Krobokan, Semarang Barat, dan Teguh Pawit (35) warga Sukup Wetan RT 1 RW 2, Purwokerto, Patebon, Kendal.

Mereka diringkus pada Sabtu (3/3) lalu setelah mengelabuhi korban dan membawa kabur sekitar 21 sepeda motor. Komplotan tersebut sudah melancarkan aksi kejahatan penggelapan sepeda motor sejak satu tahun lalu di wilayah Kota Semarang.

“Sudah kami amankan 18 sepeda motor, sementara tiga lainnya masih dalam pengembangan kami,” ujar Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi saat gelar perkara di Mapolsek Pedurungan, Rabu (7/3).

Dalam melancarkan aksinya, mereka berpura-pura menawarkan pekerjaan kepada korban. Muhajirin merupakan tersangka yang bertugas mencari korban dengan mencari data korban melalui OLX. Korban mencari pekerjaan melalui situs tersebut dan dihubungi oleh Teguh untuk diajak bertemu dan dijanjikan pekerjaan.

“Nah setelah bertemu dengan korban, tersangka membicarakan tentang pekerjaan yang dijanjikan dan berpura-pura meminjam sepeda motor. Tersangka memberikan kunci mobil sebagai jaminan agar korban percaya,” imbuh Mulyadi.

Kunci mobil tersebut memang sudah disiapkan oleh tersangka sebagai jaminan kepada korban. Saat memberikan kunci tersebut, tersangka membohongi korban dengan menunjuk sebuah bengkel mobil dimana mobil miliknya diparkirkan.

“Itu bohongan, mobilnya sebenarnya tidak ada. Hanya kunci saja. Setelah itu tersangka kabur membawa sepeda motor milik korban,” kata Mulyadi.

Sementara dari pengakuan Teguh, ia rela melakukan tindak kejahatan ini lantaran kebutuhan ekonomi. Ia melancarkan aksi dengan berpura-pura meminjam sepeda motor korban menirukan apa yang pernah ia lihat di media sosial.

“Kunci saya beli di Johar, cuman beli kuncinya terus ada yang saya duplikat juga, harganya sekitar Rp 12 ribu,” kata Teguh. Kini ketiga tersangka ditahan di Mapolsek Pedurungan. Mereka dijerat dengan Pasal  378 Juncto 372 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.