Home > KRIMINAL & HUKUM > Komplotan Grandong Bandeng Diringkus saat Jual Tronton

Komplotan Grandong Bandeng Diringkus saat Jual Tronton

image

SEMARANG – Terungkapnya kasus penggelapan 20 ton bandeng segar bermula dari kecurigaan petugas terkait adanya satu unit truk yang dijual dengan harga tidak wajar. Truk tronton milik perusahaan jasa ekspedisi, PT Manggala Kiat Ananda Jakarta yang ditaksir senilai Rp 1 miliar hanya akan dijual Rp 200 juta.

“Dari situ semuanya terbongkar. Kemudian kami kembangkan hingga empat tersangka dan sejumlah barang bukti berhasil diamankan,”  terang Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Jateng AKBP Martono H Marjuni kepada metrosemarang.com, Jum’at (29/8).

Tiga tersangka berhasil ditangkap pada Minggu (17/8).  Mereka adalah tersangka utama, Imamudin alias Yuliawan alias Udin (36) yang berhasil diringkus di tempat parkir Maribayan Tegal. Berlanjut ke Samsul Huda (31) yang diringkus di area Pabrik PT CPI Salatiga dan Darmin (42) di daerah Pati.

“Adanya penjualan truk itu, lalu kami bergerak seolah sebagai pembeli. Dijual Rp 200 juta, kami tawar Rp 150 juta. Akhirnya kami temui sekaligus dilakukan penangkapan,” paparnya.

Tersangka lain, Suyono alias Karyono (34) berhasil diringkus pada Senin (18/8). Suyono ini yang bertugas mengatur penjualan dan penyimpanan barang selama di Jakarta. “Suyono ini yang menyembunyikan sisa bandeng 7,7 ton di sebuah kosturi (ruang pendingin) di daerah Muara Baru, Jakarta Utara,” ujarnya.

Dipaparkannya, para tersangka memang terkesan tergesa-gesa untuk menjula barang-barang hasil kejahatannya. Pasalnya selain untuk menghilangkan barang bukti, bandeng Frozen Milk Fish tersebut tidak tahan lama. “Bandeng itu kan tidak tahan lama kalau tidak ditaruh dalam ruang pendingin di dalam truk, dalam perjalanan saja bisa busuk,” timpal Martono.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,6 miliar. Hal itu berasal dari harga bandeng Rp 200 juta, truk senilai Rp 1 miliar dan mesin pendingin senilai Rp 400 juta.

Belum diketahui secara pasti motif penggelapan yang dilakukan Udin Cs.  Tersangka Udin mengaku, pada Kamis (14/8) pihak PT Manggala Kiat Ananda mendapatkan order untuk mengirim barang berupa 200 karton bandeng segar seberat 20 ton.

Kemudian pada Jum’at (15/8) perusahan jasa pengiriman barang itu memerintahkan Udin yang merupakan sopir tronton mengambil barang di CV H Anwar, Gresik, Jawa timur. Barang tersebut sedianya dikirim ke daerah Muara Baru, Jakarta Selatan.

“Saya dipaksa sama Slamet. Dia itu katanya sakit hati dengan perusahaan karena dipecat. Akhirnya saya mau. Saya baru dikasih uang Rp 10 juta,” akunya.

Seperti diberitakan, empat tersangka penggelapan bandeng 20 ton berhasil diringkus tim Jatanras Dit Reskrimum Polda Jateng yang dipimpin AKP Agus Suriyadi.

Modus yang dilakukan tersangka yakni membongkar muatan truk jasa ekspedisi berupa bandeng segar. Setelah dikemas dalam ukuran kecil, bandeng-bandeng tersebut dijual eceran. Sedangkan truk tronton sedianya hendak dijual. Termasuk alat pendingin yang berada di dalam bok truk. (les)

Ini Menarik!

Tren Penjualan Eceran di Semarang Belum Naik

Share this on WhatsApp    SEMARANG – Penjualan ritel atau eceran di Kota Semarang pada …

Silakan Berkomentar