Kisruh SKTM karena Tidak Dikeluarkan Sesuai Prosedur

SEMARANG – Komisi D DPRD Kota Semarang yang membidangi pendidikan menyoroti kisruh Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang digunakan untuk mendaftar di sekolah negeri pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Dyah Ratna Harimurti
Foto: dok metrosemarang.com

Permasalahan SKTM tersebut dinilai sebenarnya tidak ada yang palsu atau abal-abal. Hanya saja ada kesalahan prosedur sehingga menimbulkan polemik.

‘’Permasalahan SKTM sebenarnya tidak ada yang abal-abal atau palsu karena belum ada Lurah atauCamat yang protes’’, kata Angota Komisi D Dyah Ratna Harimurti, Rabu (11/7).

Menurut Dety, sapaannya, SKTM yang digunakan menjadi salah-satu persyaratan agar bisa mendaftarkan calon siswa ke sekolah negeri itu, menimbulkan polemik karena ada kesalahan prosedur yang sudah disepakati bersama.

Sesuai prosedur bahwa untuk mengurus SKTM harus memperoleh persetujuan dari RT, RW dan baru ke kelurahan serta kecamatan setempat.

Padahal seharusnya, katanya, sebelum dikeluarkan SKTM semestinya yang bersangkutan harus mengisi formulir lebih dahulu. Yang menunjukkan gambaran tentang kondisi sebenarnya keluarga dari calon siswa tersebut.

‘’Jadi menurut saya ada beberapa prosedur yang dilewati. Harusnya ada formulir yang diisi, ada survei atau kunjungan ke rumah yang bersangkutan, namun prosedur itu dilewati. Sehingga muncul banyak permasalahan seperti ini’’, ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini pun mengimbau kepada masyarakat, terutama pihak yang berwenang mengeluarkan SKTM untuk tetap mengeluarkan SKTM. Namun harus sesuai dengan prosedur-prosedur yang ada.

‘’Harapan kami siswa miskin dapat diterima di sekolah negeri supaya tetap bisa melanjutkan sekolah. Karena kalau siswa mampu tidak masuk di sekolah negeri, itu masih bisa melanjutkan ke sekolah swasta,’’ pungkasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.